Friday, December 25, 2009

PRO BONO VS MATERI...

Siapa yang tahu takdirnya, sekalipun ia orang yang sungguh teramat sistematis dan perencana sejati? Aku pun demikian. Siapa nyana akan kembali berkecimpung menyelami dunia kecintaanku, cita-cita masa kecilku, setelah jeda nyaris 10 tahun membenamkan diri dalam kehidupan seorang ibu rumah tangga? Tapi Allah sungguh Maha Berkehendak...

Berawal dari hasrat ingin membantu teman yang bermasalah dengan tingkah polah anaknya (dan justru aku batal menanganinya, malah mengurusi anak yang lain), bermodalkan sisa-sisa file tes zaman 'dahulu kala' waktu masih mengajar dan membimbing mahasiswa, 'bola' takdir ini terus bergulir, hingga ditodong jadi pembicara di sekolah anakku, kemudian rutin 1 kali sepekan membantu menangani klien anak di almamater. Yang acap masih membuat tergeragap terhadap Allah hingga kini adalah seeolah tiba-tiba saja harus menggantikan teman untuk menjadi pembicara sebuah seminar yang diadakan sebuah penerbit terkemuka, juga yang terbaru adalah saat diminta membedah novel di FMIPA UI. Jika dari penerbit itu aku dapat honor sangat lumayan secara materi, maka ketika di MIPA UI, 'hanya' mendapat parsel sederhana tanda terima kasih, alhamdulillah... ternyata nyaris tidak ada rasa kecewa. Haqqul yaqin bahwa Gusti Allah tahu menakar niat. InsyaAllah ini melampaui nilai material, tak terukur, dan hanya berharap mudah-mudahan jadi tabungan amalku di padang akhirat kelak... Seperti akad niat setiap hari, juga saat berangkat ke kampus,"Ya Rabb, jadikan apapun permasalahanku (atau klienku) hari ini menjadi jalan untuk kian dekat dengan-Mu, dan kudapat mengais hikmah di baliknya, aamiin...". Dan sejauh ini, subhanallah, bertabur, berjuta hikmah telah kurangkum dalam genggam jemariku...

Wednesday, December 23, 2009

HAPPY MOTHER'S DAY, SIST!

Pas hari Ibu kemarin, sms saling-saling mengucapkan "Happy Mother's Day..." versi Indonesia tentu...
Subhanallah, jadi ajang saling mengingatkan akan amanah utama kami masing-masing, insyaAllah...

Motherhood is a tough 24 hours job:
No pay, No day off, Most often unappreciated!
But we love to be forever
Hi 'super' mom! How are you today?
May Allah bless every 'shalihah' mother

Happy Mother's Day for all of you!

Friday, December 11, 2009

ENGKAUKAH SANG MANUSIA HAJI?




(dikutip dari "MENJADI MANUSIA HAJI", ALI SYARIATI)

Hidup kita bagaikan drama tempat kita menyaksikan pergantian siang dan malam yang tak pernah ada ujungnya. Sebuah drama yang sangat aneh! jika kita memiliki hasrat, maka kita akan berharap dan berjuang semaksimal mungkin untuk memenuhi hasrat tersebut. Tetapi begitu perjuangan itu tercapai, kita akan memandang enteng semua jerih payah yang telah kita curahkan. Itulah yang kusebut sebagai filsafat yang menghampakan.

Bertahun-tahun lamanya waktu berharga engkau lalui, tetapi tahukah siapa engkau ini sebenarnya?

Jika hidup hanya sekedar memenuhi hasrat dan kebutuhan sehari-hari, binatang pun bisa. sungguh sial hidup yang demikian itu. Manusia yang jiwanya mati dalam jasad yang masih bergerak. Tetapi, kondisi psikososial yang buta ini bisa diterangi oleh pengalaman menunaikan haji!

Haji menentang semua bentuk perjuangan yang tak bertujuan. Dengan menyempurnakan ritual haji, engkau dapat memutuskan jerat-jerat kepalsuan yang menjaring dirimu. Aksi revolusioner ini akan menunjukkan cakrawala yang terang-benderang dan jalan yang terhampar menuju keabadian atau menuju Allah yang Maha Besar.

Tinggalkanlah kampung halamanmu dan pergilah ke Tanah Suci. Di sana engkau akan menghadap Allah SWT di bawah langit Mahsyar yang terang benderang. Di sana nanti, bersama gelombang manusia yang lain, kekerdilan dirimu akan hilang dan engkau akan menemukan dirimu sendiri, seutuhnya...

Wednesday, December 9, 2009

AKHIRNYA... BISA MAKAN BAKWAN EUY :)




Sudah lama aku punya kebiasaan 'membuang' cabe-cabe yang membusuk di kulkas ke pot di halaman belakang. Ceritanya sih, eh niatnya sih ngikutin kebiasaan baik mertua en sekalian ngga mubazir lah... Naah, karena pernah punya pengalaman buruk dan berulang tentang pohon-pohon cabe yang mati sebelum berkembang alias nongol sang cabenya, so ngga ngarep dah bisa menyaksikan pohon itu meninggi, subur, en apalagi sampai membuahkan cabe-cabe cantik (mana ada ya cabe kok cantik, yang ada ya peddesss tha, hehe...).

Surprisenya dari Gusti Allah yang Maha Baik adalah suatu hari pas lagi jemur cucian, kok ada hijau-hijau kurus menggantung di pohon cabeku itu. Tilik punya tilik, ternyata cabe ijo keriting, subhanallah senengnya tak terkira! Hihi, agak-agak norce kalee... Langsung aja mikir masak apa ya yang pake cabe ijo keriting, en sampailah pada kesimpulan untuk bikin sarden aja (ngga mau syusyah dech... ;p)

Senengnya lagi, didukung musim ujan yang lagi gencar-gencarnya, sekarang yang muncul gantian si cabe rawit! Yang errorrnya, saking semangatnya, rawit-rawit itu langsung dipanen abis untuk bikin asinan buah, en jadinya... superrpeddessszz!!

Angan-angannya jangka pendek sih, pingin nongkrong deket pot cabe sambil nenteng bakwan sayur/jagung yang baru mateng, hmmm yummy pasti... Siapa mau gabung??

Monday, December 7, 2009

THE GOLDEN WAYS (part 1)

indahkanlah
kecintaan Anda kepada keluarga,
karena
cara terdekat
untuk memperbaiki rezeki
adalah
meningkatkan kualitas kasih sayang
dalam keluarga...

(Mario Teguh)

Friday, November 27, 2009

KEEP THE SPIRIT!

Semangat
adalah kekuatan mental Anda
yang memastikan
bahwa Anda
berperan lebih kuat
ddan lebih besar
daripada
semua kesulitan Anda

(Mario Teguh Golden Ways)

Wednesday, November 25, 2009

ENGKAUKAH ITU BUAH HATIKU?

Malam itu, seperti biasa, kuantar dua anakku tercinta menuju peraduannya. Memandu 'doa tiup' (3 surah terakhir al Qur'an ditambah ayat Kursi) lalu diusapkan dari ubun-ubun ke sekujur tubuhnya. Entah kenapa, malam itu aku ingin berlama-lama dengan mereka, mengusap-usap punggungnya, membelai rambutnya, dan tatkala memandangi wajah mereka yang setengah terlelap, ada rasa haru menghampiri. Duh Gusti, rasanya baru kemarin berlalu saat mereka datang ke dunia fana-Mu, mencoba melangkah satu demi satu, menangis di sekolah, kini engkau sudah beranjak mendekati remaja. Betapa cepat waktu berlalu, sementara kami, ah apa yang kami sudah lakukan untukmu, duhai anandaku?

Ya Rabb, mereka amanahku, amanah kami sepanjang hayat, selama kami masih diperkenankan bersama... Nyaris tiada pernah kami sadari, ketika memutuskan menikah, mengucap ijab kabul disaksikan banyak orang, juga mengandung dan melahirkan anak-anak, bahwa ini sekaligus berarti kami telah memilih sebuah tugas sepanjang hayat untuk merawat, mendidik, dan membimbing mereka, dan menurutku, tugas ini bukanlah sebuah tugas main-main dan bisa disambi. Perlu begitu banyak kehati-hatian, baik dalam mencari rezeki yang halal, bersikap, berkata-kata haruslah bijak, berfikir matang sebelum berbuat, jangan sampai kami, yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi mereka, justru membuka jurang kehancuran lewat tindak-tanduk yang kurang senonoh dan tidak diridhai Allah. Na'udzubillah min dzalik...

Lewat 'jendela hikmah' yang Allah bukakan lebar-lebar melalui orangtua-orangtua klienku, Dia menyadarkanku, masih teramat jauh aku, kami, dalam berfikir, bersikap, dan berbuat ideal, bagi buah hati kami... Maafkan kami ya Nak...

Monday, November 23, 2009

BLEEDING OH BLEEDING...

Tanpa diketahui banyak orang, waktu Ramadhan lalu, aku mengalami bleeding (pendarahan), yaitu jadwal mensku jauh lebih panjang dari biasanya. Kalau biasanya hanya sekitar semingguan paling pol, ini kok ya sesudah memasuki hari ke-6, darah segar muncul lagi seperti baru pertama kali mens, bahkan disertai gumpalan. Ngeri? Awalnya iya, tapi berjalan 1- 2 hari setelahnya ya dibawa biasa aja. Sedihnya justru karena harus kehilangan momen Ramadhan paling dinanti, yaitu sepuluh hari terakhir plus lailatul qadr. Ngga ada pilihan lain kecuali belajar mengikhlaskan semua ini, haqqul yakin, sepenuhnya yakin, ada skenario terindah dari Allah untukku...

Belajar ikhlas ini masih terus berlanjut sampai obat dokter habis, darah segar datang kembali, dan vonis reaktif dari dokter kedua yang setengah memaksa kuret. Beliau setengah menggerutu ketika dengan halus aku menolak, dengan alasan ingin mendiskusikan masalah ini dengan Abang. Juga komentar spontan ibu mertua bahwa sebagai perempuan, kita harus jaga diri kita sendiri, jangan sampai suami kemudian menikah lagi. Sempat termangu, kemudian mencoba meresapi niat baik beliau, juga dengan caranya, beliau sebenarnya sangat care dan menyayangiku...

Alhamdulillah, setelah pengobatan dari dokter kedua, pendarahanku berhenti, dan bisa berbagi dengan sahabat yang mengalami peristiwa serupa. Ah Rabb, indah nian ternyata jika menyikapi tiap keping peristiwa dengan hati lapang dan tawakkal...

Friday, November 20, 2009

ANDAIKAN...

Pernahkah engkau bersua dengan seseorang yang menyesali roda kehidupannya berputar tidak sesuai dengan harapan dan keinginannya? Atau jangan-jangan orang itu adalah dirimu sendiri? Memelihara asa pada ladang yang salah, seraya berucap dan berkeluh-kesah,"ah, seandainya saja aku tidak begini atau begitu...", atau "coba aku dulu bertemu dan menikah dengan dia lebih dulu, pasti aku sekarang bahagia...", dan seterusnya. Sadarkah kita bahwa untaian kata tersebut secara tersirat mendeskripsikan bahwa kita kurang ikhlas dengan takdir yang digariskan Allah kepada kita? Mencoba menawar Beliau, Gusti yang Maha Digjaya, untuk menghaturkan kisah-kisah hidup yang bahagia semata, yang hanya klop dengan impian-impian kita? Padahal sepatutnya kita yakin, haqqul yaqin, bahwa senantiasa ada hikmah di balik segenap peristiwa yang datang kepada kita, yang akan menempa kita, lewat tetesan air mata kita, darah dan derita kita, sekalipun itu kejadian terlalu pilu untuk diresapi... Maka percayalah, selalulah semaikan benih kepercayaan bulat nan utuh, bahwa Gusti Allah ora sare, Dia tiada pernah lelap tertidur, selalu 'kan awasi bisikan hati, ucapan lirih, maupun teriakan protes kita pada kehidupan...

Kata putriku, subhanallah dia kini kian beranjak remaja, "mama, kata bu guru, jangan ikuti hati nurani, karena belum tentu menuntun kita ke jalan yang benar, tapi ikuti kata Allah saja..." Ah anandaku, bernas nian katamu...

kesulitan hidup ini tidak ditujukan
untuk membatalkan pencapaian masa depan Anda yang baik,
tapi untuk menjadikan Anda lebih kuat dan pantas bagi impian kita...
mario teguh

Tuesday, November 10, 2009

TIM SWEEPING (SORANGAN WAE)...

Pas ngumpul-ngumpul sama temen-temen sebelum ngaji, ngga ada angin ngga ada hujan, tiba-tiba ada yang ngomongin soal kebiasaan anaknya yang dirasa ajaib. Gimana engga, umurnya sudah nyaris 17 tahun, tapi kelakuan kalo pulang sekolah sungguh luar biasa. Copot sepatu satu di mana, sebelahnya mendarat di pojok sono, tas tergeletak di sofa, baju kotor diam dengan manisnya di belakang pintu kamar. Serunya, emak-emak yang laen taunya ngga mau kalah curhat. Ternyata... semua mengalami hal yang kurang lebih sama (mohon dimaafkan beda-beda tipizz), include me, hehe...

Yap, baru sadar pagi itu momen-momen kritis penuh kerusuhan, ya pas abang mau berangkat, ato bangunin anak-anak en ngingetin untuk cepet-cepet shalat sebelum syuruq matahari keburu naik), mandi, de el el. Belum lagi urusan domestik rumah yang rutin, kayak muter cucian, bikin bekal, nyapu, ngepel teras, en nyiram taneman. Naah, kalo mo ada ide aneh-aneh ya kudu diplanning baek-baek, soalnya untuk nyang rutin aja kesiangan dikit bangun, dah kelimpungan kayak cacing kepanasan (secara dari luar mah sok kuul, hihi... Jaimlaaah, kan psikolog getho loh). Gedubrakan en ni mulut agak-agak sevvot ngomongnya.

Suasana senyap and I just realised that abis pasukan pergi (bapake en 2 buah hatiku), berbagai peninggalan sejarah ada di mana-mana, dalam hal ini termasuk kerjaan yang ketunda karena memprioritaskan mereka. Cucian yang belum sepenuhnya beres, meja makan penuh remah, keset yang miring (asal jangan orangnya laaah...), gelas-gelas dan wajan bekas masak. en jujur, aku paling ngga bisa liat berantakan begini en tinggal pergi gitu aja, so diberesin dulu deh... Sadar ato ngga, jadi ibu rumah tangga tuh jenis pekerjaan 'dalam sunyi', artinya kalo orang ngantor kan ada penampakan eh salah... nampak jelas karyanya dalam im proyek A, B, mpe Z, trus digaji sesuai pencapaiannya. Nah, orang umumnya ngga bisa liat jejak nyata kesibukan pontang-pantingnya seorang ibu rumah tangga, en biasanya baru nyadar waktu sang ibu ini jatuh sakit atau tiada. Rumah berantakan, taneman pada mati/layu, anak keleleran ngga keurus, piring dan baju kotor numpuk, etc. Apalagi kalo suami dan anak-anak ngga biasa turun gunung bantu-bantu, langsung nyungsep deh situasi dan kondisinya...

So, berbahagialah wahai pemangku jabatan sebagai ibu rumah tangga, jangan lagi minder dengan jabatanmu, karena engkaulah manajer rumah tangga, suporter sang direktur utama, manajer keuangan, kepala chef resto ternama, juga guru anak-anak, motivator dan sahabat sejati suami dan anak-anakmu. Maka jika engkau menyayangi mereka, seutama kewajibanmu adalah menyayangi dirimu sendiri dulu, jangan abaikan hak tubuh dan jiwamu...

Hidup tim sweeping!

Friday, November 6, 2009

PETIKAN MUTIARA UMROH

(MARIO TEGUH)

Hanya karena kita mengosongkan diri dari yang tidak mulia,
Allah berkenan mengisi kita dengan kemuliaan
Tetapi akan selalu ada jiwa terbangunkan
yang berharap mendapat kemuliaan hidup dengan mengisi diri
dengan ketamakan, keangkuhan, dan kekufuran

Maka jika kita mengetahui
isi apa yang kita inginkan
kosongkan diri dari sesuatu yang sudah jelas-jelas tidak baik

Jangan membantah lagi...
karena jika ada yang menang dalam membantah yang benar,
dia sebetulnya sangat kalah

Mari kita mengikhlaskan diri kepada kebenaran,
karena itulah satu-satuya jalan menuju kehidupan yang tidak salah!

Tetapi hanya sedikit jiwa
yang benar-benar tulus
mengikhlaskan diri kepada kebaikan...
Padahal
jika bukan kepada kebaikan,
kepada apa lagikah hati Anda akan diikhlaskan?

Tuesday, November 3, 2009

I'LL BE BACK!

Assalamu,alaikum...
Apa kabar semua?Subhanallah, ngga terasa nyaris 2 bulan aku cuti ngeblog. Mudah-mudahan semua baek-baek saja ya? Hehe, SKSD buangets yah... :)

Hm, kok tahan ya 2 bulan ngga megang en ngintip blog sama sekali? yah, maklumlah, imbas dari niat pas masuk Ramadhan, kepingiin banget bisa nambah khatam qur'an en beneran konsen/fokus ke ibadah-ibadah sunnah. Tapi ya itu tadi, Ramadhan selesai, sambung lebaran, wara-wiri sana-sini, juga ada sedikit masalah kesehatan, jadinya bablas angine je... Belum lagi urusan klien tes massal di kampus yang kok ya pas wuakeh tenan, so kerja rodi tiap malem mpe jam 10.

So, it's so excited to be back (halah, mo niru-niru Arnold kok ya ora' pas tho), insyaAllah akan rajin nyambangi dus sekaligus berkunjung ke blog teman-teman tercinta. Doakan sehat dan semangat selalu ya, love you all...

Tuesday, October 13, 2009

5 PERUSAK HATI



Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia
rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan
adalah niscaya dan wajib.

Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada
lima perkara, 'bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk),
angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan
banyak tidur.'

Bergaul dengan banyak kalangan

Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman.
Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk
lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa
nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai
keinginan mereka yang negatif.

Dalam tataran riel, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup
dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya out put semacam ini,
karena motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia
lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Karena itu, kelak di
akhirat, banyak yang menyesal berat karena salah pergaulan. Allah
berfirman:

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua
tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu)
tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah
menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang
kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi
sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf:
67).

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah
untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan
dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian
(yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan
tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para
penolong." (Al-Ankabut: 25).

Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka
saling mencintai dan saling membantu jika ada hasil duniawi yang
diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu
akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling
membenci dan melaknat.

Karena itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran
yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika
motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan ridha Allah.

Larut dalam angan-angan kosong

Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat
berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah
modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan terus
mengombang-ambingkannya, khayalan-khayalan dusta senantiasa
mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai.
Angan-angan kosong adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan
rendah.

Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. Ada yang mengangan-kan
menjadi raja atau ratu, ada yang ingin keliling dunia, ada yang ingin
mendapatkan harta kekayaan melim-pah, atau isteri yang cantik jelita.
Tapi itu hanya angan-angan belaka.

Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka
cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang
mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji.
Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi n memuji
orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.

Bergantung kepada selain Allah

Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih
berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah.

Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan
menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung
kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya
sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak
dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:

"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar
sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali
tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari
penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka
(sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam:
81-82)

"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat
pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal
berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga
mereka." (Yasin: 74-75)

Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain
Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah
rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah
dan rapuh.

Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun
di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya
adalah orang hina dan nista. Allah berfirman, artinya: "Janganlah kamu
adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan
tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)

Terkadang keadaan sebagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti
mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebagian lagi terkadang tercela
tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebagian lagi
terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam
kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik)
maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan
manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.

Makanan

Makanan perusak ada dua macam.

Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua
macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah,
anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam.
Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian,
rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, baik
karena paksaan, malu atau takut terhina.

Kedua , merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti
berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab yang
demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk
terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika
telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan karenanya ia mudah
mengikuti komando setan. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui
aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya
setan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat setan
betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum,
niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi. Dalam sebuah hadits
masyhur disebutkan:

"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari
memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak
Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya.
Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk
minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad
dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).

Kebanyakan tidur

Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan
membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci,
ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur
yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan.

Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut
malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur
di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih
banyak madharatnya daripada manfaatnya.

Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh dengan
terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis.
Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang
malamnya untuk ibadah, mereka tidak mau tidur pada waktu tersebut
hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang,
saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat diberikannya
barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan sangat
menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada waktu itu
hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.

Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada
pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir
malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut
pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh
pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah
tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia
termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam .

(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni Qayyim
Al-Jauziyyah/Abu Okasha Ainul Haris)

Tuesday, October 6, 2009

PRIBADI RUMAH KACA...

(MARIO TEGUH GOLDEN WAYS)

Pribadi rumah kaca adalah pribadi yang terlihat dan terbaca jelas kebaikannya, niatnya, dan kesetiaannya.

Sehingga, dia mendapatkan keuntungan dari tidak adanya prasangka buruk dari orang lain, dan dengannya dia menerima perlakuan baik.

Jika ada orang lain yang berniat buruk kepada seorang pribadi rumah kaca, keburukan itu cepat teridentifikasi – karena dia telah terlatih sekali dalam jalan-jalan kebaikan. Dan dengannya dia bisa menghindari keterlibatan yang merugikan dengan orang yang buruk pribadinya.

Maka, jadilah pribadi yang kebaikannya terlalu jelas, untuk dikira selain itu.

………..

Bagaimana dengan kekhawatiran?

Khawatirlah, tetapi pastikan cara Anda dalam mengkhawatirkan sesuatu – menjadikan Anda lebih kuat untuk mengatasi atau menyelesaikannya.

Berhati-hatilah dengan kekhawatiran, karena cara Anda mengkhawatirkan sesuatu, bisa lebih melukai Anda daripada kekhawatiran itu sendiri.

………..

Berfokuslah untuk mengisi pikiran dan hati Anda dengan kebaikan. Janganlah mampukan pikiran dan hati Anda untuk menjadi pelabuhan bagi pikiran dan prasangka buruk.

Keburukan di pikiran dan di hati itu menyita banyak waktu, dan menjadikan hari-hari kerja Anda pendek dan malam-malam Anda panjang tanpa tidur.

Anda yang hanya menyediakan kebaikan bagi pikiran dan perasaannya, akan menikmati produktifnya hari-hari kerja yang panjang, dan indahnya malam – walau mungkin sama-sama tanpa tidur.

………..

Jika Anda terpaksa menerima penistaan dari orang lain, tampilkanlah kesedihan karena perlakuan itu, tetapi tetaplah berlaku baik.

Dengan itu, bukan hanya manusia yang akan merasa kasihan, tetapi juga terutama Tuhan.

………..

Kita berhak membalas perlakuan buruk yang kita terima, ‘satu mata untuk satu mata’, tetapi akan lebih baik bagi kita jika kita memaafkan.

Tindakan memaafkan adalah tindakan membatalkan hak kita untuk membalas, dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Tuhan, karena Beliau adalah sebaik-baiknya penyelesai masalah.

Dengannya, kita telah menjadi pribadi yang baik, dan ‘memberikan’ kesempatan kepada Tuhan untuk berlaku yang membaikkan orang yang mendzalimi kita.

………..

Alangkah indahnya kehidupan ini, jika saja Tuhan menuruti semua permintaan kita.

Tetapi, apakah kita menyadari bahwa ketaatan kita adalah penyebab bagi penghormatan Tuhan kepada permintaan-permintaan kita?

Maka cobalah untuk menjadi lebih penurut.

………..

Bersabarlah. Karena sabar itu tanda bahwa Anda percaya kepada Tuhan.

Jika kita menyatakan dengan lantang mengenai keimanan kita, maka bersabar seharusnya mudah.

Jika selain itu, marilah kita perbaiki keberserahan kita kepada Tuhan.

………..

Maka nasehatnya bagi kita semua adalah:

Beningkanlah hati kita, lalu perhatikan apa yang terjadi.

………..

Marilah kita menasehatkan kalimat-kalimat ini kepada diri kita masing-masing,

Jika wajahmu menyiratkan ketulusan hatimu, maka kehidupan akan memilihkan kualitas dari isi hatimu.

Dengannya, kehidupan menganugerahkan hati yang bening kepadamu.

Dan ketahuilah ini, bahwa kebeningan hatimu menentukan kemampuanmu untuk melihat yang tidak bisa dilihat oleh mereka yang hatinya suram.

Karenanya,

Jagalah hatimu dari prasangka yang mengkejikan perkiraan-perkiraanmu.

Peliharalah pikiranmu dari perhitungan yang memburukkan pekertimu.

Dan hindarkanlah dirimu dari anggapan yang melebihkanmu sebagai pembenci daripada pengasih.

Maka,

Serahkanlah hatimu kepada kebaikan, karena hanya dengannya hatimu menjadi bening.

Sejajarkanlah keramahan wajahmu dengan kebeningan hatimu, lalu perhatikan bagaimana kehidupan memilihkan kualitas dari isi hatimu.


Semakin bening hatimu, semakin besar dan luas pandanganmu terhadap kehidupan.

Sehingga sebetulnya, indahnya kehidupan hanya sebening hatimu.

………..

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,

Mudah-mudahan sedikit dari yang bisa saya susunkan di sini dapat menjadi penambah pertimbangan untuk mempercepat tercapainya perubahan pada kualitas diri kita, dalam upaya kita untuk memenangkan peran-peran dan tempat-tempat yang penting.

Tujuan utama dari menjadikan kualitas pikiran dan perasaan kita mudah ‘terbaca’ oleh orang lain, adalah menaruh diri kita dalam keterdesakan artifisial untuk SEGERA menjadikan kita pribadi yang berpikiran baik, yang bersikap baik, dan yang berlaku baik.

Hanya karenanya kebaikan dalam kehidupan ini menjadi sesuatu yang logis dan wajar untuk kita miliki.

Monday, October 5, 2009

HAPPY IED MUBARAK




"Orang beruntung
adalah
orang yang Allah jadikan bersih hatinya,
hatinya sempurna,
mulutnya jujur,
jiwanya tenang,
moralitasnya baik,
telinganya mendengar,
matanya melihat,
dan dengan matanya ia menyebarkan,
menerima apa yang dikumpulkan,
dan di persepsikan hati...
Sesungguhnya orang beruntung
adalah orang yang membuat hatinya memahami
(misykatul Mashabih, Baihaqi, dan Ahmad)


Semoga Allah sempurnakan ibadah-ibadah shaum kita dengan sepenuh taqwa, insyaAllah, aamiin...

Taqabbalallahu minna wa minkum
Taqabbal yaa kariim...

Wednesday, September 9, 2009

MALAM SERIBU BULAN




sumber: NN
 

Seribu malam datang menjemput                                                                            

Mencuci bersih seribu dosa

Menggapai berkah seribu pahala

Dalam rengkuh malam cemerlang

Putih benderang bagai siang

Ketika untaian seribu bulan

Menggantung pada seribu utas pelangi
dilengkung langit

Angin hentikan nafas

Awan gelap menyisih dikaki cakrawala                                                         

Hening berpanjangan

Sesaat seribu malaikat

Menabur harum seribu mawar

Menyebar kilau seribu gemintang

Mengharap jumpa seribu rindu

Menyajikan kepasrahan seribu hati

Diatas seribu nampan suci

Berhamparkan seribu angkasa

Diharibaan Sang Maha Tunggal

Tuesday, September 8, 2009

HANYA KARENA SEBUTIR KURMA...

Ditulis Oleh: eramuslim

Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa.
Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan.
Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa.
Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.
Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,"
kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari
meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi..

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin
amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma.
Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang
tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua.
kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?".
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.

"Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita,

"Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku
makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang.

Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."
Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga.
Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.

Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.
"Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu..
Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain.

Sekarang ia sudah bebas."

Pada hadits yang lain Nabi bersabda;
Siapa yang merampas hak orang Islam dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan
mengharamkannya masuk surga. Seorang laki-laki bertanya, walaupun
sedikit ya Rasulullah? Nabi menjawab, walaupun sebatang kayu sugi.
(Riwayat Muslim)

Sunday, August 23, 2009

KHUTBAH NABI JELANG RAMADHAN...




Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya..

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
(dari khutbah Nabi SAW Menjelang Ramadhan)


Marhaban ya Ramadhan...Syahrul Mubarak.Syahrul 'Ibadah..
Mohon Ma'af atas Segala Khilaf

Friday, August 21, 2009

DARI SEORANG SAHABAT...

Sahabatku...
insyaAllah esok Ramadhan,
semoga Allah sampaikan umur kita
Semoga Ramadhan tahun ini jadi saat-saat terindah
bagi keluarga kita
yang senantiasa berazzam
jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah
Semoga kita kian mawas diri
seberapa besar
urusan dunia masih melenakan kita?
Sudahkah hak-hak Allah
kita tunaikan dengan sebaik-baik
sehingga urusan dunia sebesar apapun jadi sepele?
Ketika Allah sudah menyeru,
bersegeralah!
Lepaskan dulu dunia,
maka Allah akan memberi dunia dan akhirat-Nya...



Ah Gusti, selaksa rindu kian membuncah
tak sabar menyongsong bulan suci-Mu
dengan segenap khilaf dan hanya sebutir zarrah budi baik
mengais ampunan, perkenan dan kasih sayang-Mu

Wednesday, August 19, 2009

YANG CERDAS DAN YANG BODOH



(TELADAN RASULULLAH)


"Orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengekang nafsunya dan
beramal untuk (bekal) sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah
(pikiran) adalah orang yang mengikuti kehendak nafsunya dan berangan
pada (pemberian) Allah swt."
(HR. Turmudzi dan Ahmad)


Rasulullah kerap melihat suatu masalah dari sudut yang berbeda.
Standar kecerdasan seseorang dari hadits di atas dilihat dari
kemampuannya mengekang nafsu dan tingkat amal-amal shalih yang
dilakukannya untuk bekal hari akhirat. Sebaliknya pengumbar dan budak
nafsu adalah ciri orang yang lemah pikiran. Kenapa? Orang yang cerdas
dalam kriteria Rasulullah adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke
depan, yakni kehidupan akhirat sebagai terminal kehidupan terakhir. Ia
adalah orang yang penuh pertimbangan, tidak sembrono, cermat,
hati-hati dan sungguh-sungguh melakukan aktivitasnya karena ia ingin
segala sesuatu yang dilakukannya tidak sia-sia apalagi membahayakan
dirinya. Amal-amal shalih pasti akan membuahkan ketenangan,
kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup.

Sebaliknya mereka yang akalnya lemah adalah para pengumbar dan budak
nafsu, tapi berharap sesuatu yang baik. Kenapa dikatakan lemah akal?
Karena orang yang bertipe seperti ini tidak pernah berpikir apa akibat
perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak pernah memperhitungkan bagaimana
hasil kemaksiatan yang ia lakukan, baik di dunia apalagi di akhirat.
Sikap ini merupakan ciri orang yang tak memiliki perhitungan dan
pandangan ke depan. Bahkan, saking bodohnya, ia justru memiliki
perhitungan dan pandangan yang terbalik. Karena ia mengharapkan hasil
yang berlawanan dari yang dikerjakan.

Apa sebenarnya yang disebut hawa nafsu? Hawa nafsu banyak ragamnya,
termasuk kecenderungan pada yang baik mupun yang buruk. Manusia secara
fitrah memang memiliki nafsu atau kesukaan terhadap hal-hal tertentu.
Dalam Al-Qur`an disebutkan,

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang
diingini, yakni wanita wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang ..." (QS. Ali Imran : 14)


Sikap mencintai seperti ini wajar. Tapi Islam mengajarkan bagaimana
seseorang menempatkan sikap itu secara proporsional. Kecenderungan
pada wanita, harta, anak-anak dan masalah keduniaan adalah hal yang
mubah. Bahkan bisa meningkat pada tingkatan wajib. Karena bagaimanapun
dunia merupakan tempat manusia hidup. Dinamika kehidupan akan mati
tanpa wujudnya kecenderungan tersebut.

Tapi bila kecintaan itu sudah melewati batas, bisa jadi terlarang.
Ketika sarana dan prasarana hidup difungsikan menyimpang dari tujuan
asasi kehidupan ini sendiri -ibadah kepada Allah- maka di sanalah
seseorang dikatakan telah menjadi hamba hawa nafsunya, karena hawa
nafsu itu telah menjauhkannya dari Allah swt. Dalam hal inilah Allah
swt mencela perbuatan mengikuti hawa nafsu,

"Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan
kamu dari jalan Allah." (QS. Shad : 26)


Hawa nafsu harus diarahkan kepada jalan yang benar. Diwarnai dengan
niat mencari ridha Allah, dan diarahkan sesuai tujuan ibadah kepada
Allah swt. Mencintai istri, anak, bekarja mencari nafkah, bisa menjadi
bernilai ibadah. Karenanya Rasulullah saw bersabda, "Tiadalah
sempurnya keimanan seorang mukmin sehingga ia menjadikan hawa nafsunya
mengikuti apa yang aku bawa." (HR. Imam Suyuthi)


(na)

Tuesday, August 18, 2009

SORRY, WE AREN'T SOME KIND OF MAGICIANS...




Menangani klien dari hari ke hari ternyata menempaku untuk mengenali pelbagai karakter. Bukan cuma si anak itu sendiri, tapi juga gaya dan tingkah polah ortunya. Dah biasa lah kalo mereka ngeles and defens sama konklusi atawa kesimpulanku soal penyebab mengapa anaknya bermasalah ini dan atau itu. Emang yang paling nyenengin so pasti ketika mereka dengan kesadaran penuh mengakui kekeliruannya, bahkan beberapa kali berlinang air mata, terkait dengan sikapnya atau perlakuan sang suami selama ini terhadap buah hatinya.

Sejauh ini, semua itu oke-oke saja buatku, buat kami. Tapi tetep aja ada karakter-karakter ajaib orangtua, yang mungkin juga berhubungan dengan zaman serba instan sekarang ini. Paling sering sih mereka ngedumel kok anaknya dah dibawa (en bayar muahal ke psikolog) tapi tetep ga ada perubahan. Kesannya tuh setengah menyalahkan, ngga puas, protes, en mungkin juga jadi agak ga ikhlas ngeluarin uangnya di jaman dulu kala, dll. And the last one, ya itu... ngga terima anaknya dites kelamaan plus biaya yang dianggap mencekik leher. Olala...

Ok, let's discussed it. Apa sebenarnya yang terbayang saat Anda tergerak untuk ke psikolog? Berharap bahwa ia akan segera menorehkan resep super ampuh untuk seabrek problem Anda (atau anak Anda)? Berharap sepulang dari ruang konseling, anak Anda tiba-tiba berubah dalam sekejap? Wow, emangnye kite tukang sulap man! Anda tahu, bahwa pemegang kendali segala perubahan (dan segala ketidakberubahan) ya Anda sendiri, bukan kami. Kami sekedar membantu untuk mengarahkan, membukakan jalan, memberi pencerahan, insight, sementara keberhasilan selanjutnya, it's up to you lah...

Soal lain yang selalu jadi debat panas adalah soal tarif psikolog yang dibilang kelewat(an) mahal. Ok, berapa Anda bayar dokter dan obat di klinik 24 jam untuk 1x periksa selama 10 menit? 80 ribu - 100 ribu? Akan lebih mahal lagi jika ke dokter spesialis tho, bisa 150 - 200 ribu, dengan durasi 1,5 - 2 jam. Kalau Anda merasa terlalu mahal untuk pergi ke biro konsultasi psikologi swasta, pergilah ke Klinik Terpadu UI, di situ fee-nya termurah 125 ribu untuk per jam kedatangan. Ini di bawah judul "pengabdian masyarakat" lho, meski di luar itu, untuk kalangan yang bener-bener tidak mampu, kami punya komunitas tersendiri untuk menarik fee spesial. Cuma yang bikin aku suka geleng kepala adalah nyata-nyata calon klienku wong sugih kok yo ngerendengan ngomel ndak ada habisnya soal tarif yang dikenakan? Hm, mungkin jiwa konsumen bener kali ya, pingin dapet servis kelas utama dengan harga kaki lima? Non sense lah itu...

So, don't expect to much to us, cause we aren't some kind of magicians...

Friday, August 14, 2009

PINTU KEIKHLASAN




Ada sebuah pintu kecil di hati ini,
yang namanya ikhlas
saat pintu kecil itu kita buka,
ada banjir besar yang masuk,
membawa semua hadiah
yang mewakili semua keindahan
yang ada di bumi dan di surga

tetapi...
hanya sedikit jiwa yang benar-benar tulus
mengikhlaskan dirinya
pada kebaikan

Padahal
jika bukan kepada kebaikan
kepada apa lagikah
hati Anda akan diikhlaskan?

Hidup ini indah
maka berpihaklah
kepada
yang
mengindahkan...

(Mario Teguh)

Monday, August 10, 2009

NIKMAT SEHAT, SUBHANALLAH...



Apa kabar semua? Duh kangeeeen banget dah lama sekali ngga ngeblog. Maaf beribu maaf, sekitar 2 mingguan ini kondisiku naik-turun, kena vertigo. Emang kebiasaan wara-wiri susaaah banget diredam, ngerasa enakan dikit langsung kabur-kaburan, ngga betah diem aja ngedekem di rumah, pulangnya kliyengan lagi, tepar, hehe... Atau sepagian mpe sore fine-fine aja, eh deket maghrib kok "the body is not delicious" en resah-gelisah pas bobo malem.

Kata emak-emak yang seangkatan (baca: seumuran) itu mah jangan-jangan sindrom karena faktor U alias umur! Hm, mo protes sih, kan aku cukup rajin olahraga, kok tetep payah begini?? Kegemukan juga ngga, biarpun secara body mungkin bukan body yang menggiurkan kayak J-Lo (hihi, emang es krim ya, bikin ngiler, slurp!) atawa kontestan "the Biggest Loser", and so?

Nah, si boss di rumah tuh ternyata selama ini mencermati kalo aku agak ngebatasin menu dinner, yang nasinya saiprit lah. Kalo trus aku protes "curang, Papi makannya juga dikit", ataw "wah dapet batagor nih, ngga makan lagi dunk", wajahnya langsung sedih. Hihi, maap ya say, ni istrinya buandell buangets dech... Alhamdulillah revisi menu makan, revisi jadwal tidur, minum obat, juga akupunktur, secara bertahap memperbaiki kondisi tubuhku.

Waktu pertama kali akupunktur, terus-terang aku agak syerem liat jarumnya, kayaknya gimanaaa gitu... Taunya pas ngalamin sendiri, cuma geli en ngilu dikiiit, beneran kayak digigt semut. Yang lucu, pas akupunktur ketiga, perutku penuh jarum, ada kali 10 biji jarum. Kok ya tiba-tiba aku seperti fakir di komik Tintin, yang duduk tenang di atas paku! Halah, lebay dech...

Monday, August 3, 2009

DUA RAHASIA UTAMA



dua rahasia utama
keberhasilan
adalah
melakukan yang harus dilakukan
dan tidak melakukan yang tidak boleh dilakukan
kenalilah bedanya
dan
sesuaikanlah tindakan Anda

(Mario Teguh)

Friday, July 31, 2009

PUISI CAK NUN



Allah sumber cahaya langit dan bumi
perumpamaan cahaya Allah
adalah misykat
adalah lubang tak tembus
di dalamnya ada pelita besar
pelita itu ada dalam kaca
kaca itu bercahaya-cahaya seperti mutiara
nyalanya dari minyak yang oenuh berkah
dari pohon zaitun
menerangi tanpa disentuh api
Cahaya di atas cahaya di atas
cahaya di atas
cahaya

Allah membimbing siapa yang dikehendaki
dan Ia buat perumpamaan bagi manusia
Allah Maha tahu atas segala sesuatu

(QS An-Nuur, 35)

Thursday, July 30, 2009

SIX PACKS OR SIX MONTHS? HAA???



Lagi asyik-asyiknya nyapu, nyiram, atau pas ketemuan belanja di tukang sayur, or else...

"Wah, lagi isi ya mbak? Duh selamat ya... Dah berapa bulan?"
"Ah ngga kok mbak..."

Senyum-senyum doang, padahal dalam ati (Maksud loo?? Weits, sembarangan aja deh, nuduh-nuduh hamil, orang dah lahiran kapan tau... berapa taun yang lalu, maksudnya)

Pernah ngga dinda-yunda-bunda-kakanda dituduh secara nista sebagaimana deskripsi di atas? Tuduhan ga berdasar, semata hanya karena bentuk perut yang tidak kuasa disembunyikan dari kecembungannya! Piss ah...

Tapi suka ngga suka, masalah tampak luar perut jadi isu sensi bangets terutama di kalangan para emak-emak. Siapa sih yang ngga kepingin (tetep) langsing kayak waktu mo nikah dulu, kalo bisa perut rata, cekung indah, ga cembung ga karuan? Wajah langsung sedih, masakan super lezat yang sudah capek-capek terhidang boro-boro disentuh, dilirik pun tidak (for a while, qiqi...). Godaan versus hasrat teguh kukuh berlapis baja tuk mencapai tujuan utama senantiasa berperang di sini. Apa daya acapkali niat baik itu sering dikalahkan oleh bertumpuk alasan, dari "aku kan berhak makan enak, dah capek kerja fisik boo...", pelarian dari kesuntukan ngurus anak, suami, tetek-bengek pekerjaan rumah tangga yang ga ada abisnya dah, bujuk-rayu maut temen genk ngaji atau kursus, de el el.

Alhamdulillah setahunan lebih aku ikutan senam dan renang yang malah udah lebih duluan rutin, merevisi kembali tujuan kita olahraga itu sebetulnya untuk apa sih sodara-sodara. Boleh aja yang punya opini beda, tapi buatku, sehat itu yang utama, kalo langsing, "six packs" (kayak Vicky Burki atawa Ade Rai), itung-itung bonuslah itu. So kalo realitanya sekarang update perut kita sekarang bertipe bujursangkar, bulat, atau oval (eh ini bahasan serius dari majalah FIT lho, aku kutip nih...) sok atuh segera dibenahi dengan olahraga, en so far sih yoga en renang sangat membantu proses pengecilan perut. Kalo obat susut perut? Ah, zanganlah itu, berbahahahayalah, dah terlampau banyak kasus akibat mengkonsumsi obat ini, malah nyaris isded atau meninggal. Hiiii, syerem...

Hihi, jadi inget bahasan Farhan Jumat kemarin sama dokter Joko di Radio Delta FM, bahwa patokan sehat-ngganya juga bisa diukur dari lingkar pinggang. Kalo laki-laki dewasa, ga boleh lebih dari 90 cm, nah emak-emak kayak kita nih, limitnya lebih mengenaskan, mentoknya 80 cm. So, cari pita pengukur yuk, kalo under limit, ucapkan syukur, tapi yang rada-rada lewat, cepetan ambil training suit, en telpon deh guru senamnya, ok?

Friday, July 24, 2009

HOME




Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm...

May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
'Cause this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

BERDAMAILAH, DAN MAAFKANLAH..




Sadarilah, Anda sedang hidup di masa ini, dan masa lalumu adalah pelajaranmu. Bila hari ini Anda hidup dalam cara-caramu di masa lalu, maka pantaslah bila kepedihan masa lalumu masih memberati hati mu.
Ketahuilah bahwa perjalanan naik menuju masa depanmu – tidak ramah kepadamu, bila Anda memberati hati dan pikiranmu dengan kepedihan yang sebetulnya telah menjadikanmu lebih kuat hari ini.
Kuatkanlah dirimu, berdamailah dengan masa lalumu.
Ingatlah, alat kontrol yang terkuat antara dua manusia adalah kepercayaan.
Mulailah dengan maksimalkan kebersamaan Anda dengan pasangan Anda, karena itu akan mengembangkan kesadaran mengenai kehadiran Anda. Mulailah untuk melakukan tindakan-tindakan yang menandakan adanya dan besarnya kasih sayang.
Karena, Anda belum benar-benar mengasihi, sampai Anda menyerahkan diri Anda sepenuhnya. Bila yang telah Anda miliki adalah sesuatu yang bernilai, yang penting; pastikanlah Anda memperlakukannya dengan baik.
Maka, maafkanlah , meskipun dia tidak meminta maaf. Lupakanlah kesalahannya, dan ingatlah kegembiraan yang dibawanya. Yang akan Anda capai adalah memenangkan kecintaan pasangan Anda yang tulus, dalam dan kuat.
Karena, dengan kecintaan – Anda berdua akan menyakini pencapaian, bahkan, hal-hal yang tidak mungkin. Dan kecintaan yang terpelihara akan mampu tampil dalam bentuk terakhirnya, yaitu kemampuan untuk memaafkan.

(Mario Teguh)

Thursday, July 23, 2009

JAIM NIH YEE...



Mula-mula sih aku ngga ngeh sama kelakuan putra-putriku. Bukannya kenapa-napa, kok kalo di rumah suka gelondotan manja-manja eh kalo ketemuan di sekolah kayak ngga suka deket-deket ya? Sempet sih sedih sebentar, sambil merenung-renung apa yang salah dengan diriku (cieleeee...). Ujung-ujungnya kok ya ngobrol sama beberapa sohibku, en mereka juga punya problem yang sama.

Alhamdulillah, akhirnya ketauan juga deh di mana letak belangnya eh salah deh... kekeliruannya. Taunya tuh -- nih dari hasil ngoprek buku psikologi perkembangan (itung-itung belajar lagi kan?) -- kalo anak-anak kita udah gedean dikit (beda-beda sih tiap anak, tapi rata-rata sih kelas 4 gitu deh), mereka ngerasa pingin dunk diperlakukan sebagai anak yang dah gede juga, maksudnya tuh ga suka dipeluk-peluk, diusap kepalanya, apalagi dicium, di muka umum. Buat mereka, itu setali tiga uang dengan "anak mami bangets deh", biarpun secara di rumah, mereka mah seneng-seneng aja en malah nuntut kalo ga diberi perlakuan hangat begitu... Jaim lah istilah anak sekarang :) Yah, maklumlah jaman dah beda sama era kita imut dulu, perasaan ngga ada jaim-jaiman begini, malah sedih kalo kita ngga ditengokin emak kita pas SD dulu kan?

So jangan marah ya kalo anak-anak kita sok pura-pura ngga liat kita pas papasan mo bayaran SPP di sekolah, atawa bahkan ngumpet, hehe... Piss Nak, horaass!

Monday, July 20, 2009

QUOTE OF THE DAY




Bekerjalah
seperti Anda tidak mungkin gagal
Jangan tolak anjuran itu
karena ia
lebih baik
daripada bekerja
seperti tidak ada kemungkin
untuk berhasil

(mario teguh)

Friday, July 17, 2009

NASEHAT USTMAN BIN AFFAN




(sumber: Majalah Tarbawi, Juni 2009)

Ada 6 hal yang harus ditakuti seorang mukmin:
1. Takut jangan-jangan Allah mencabut keimanannya,
2. Takut jangan-jangan malaikat pencatat amal menulis amal dengan catatan memalukan di hari kiamat
3. Takut jangan-jangan syaitan berhasil merusak amal yang kita kerjakan
4. Takut jangan-jangan malaikat Izrail mencabut nyawa saat kita lupa kepada Allah
5. Takut jangan-jangan dunia membuat kita terlena sehingga lupa urusan akhirat
6. Takut jangan-jangan keluarga kita telah menyibukkan kita untuk memenuhi urusannya sehingga melupakan ketaatan kepada Allah

Astaghfirullah...

Thursday, July 16, 2009

THE LAST PENONTON, MAYBE...




Ceritanya nih, Rabu kemarin aku bebas merdeka, belum ada jadwal lagi pegang klien anak di kampus, juga di rumah. Maklumlah, baru liburan en sekaligus baru masuk sekolah. So mikir-mikir, bikin jadwal 'me-time' apa ya? Senin dan Selasa sudah kerja bakti gotong-royong bareng bayangan ndiri (hehe, manna adda lagee...), beberes pernak-pernik usai liburan dus nginep di rumah Namboru (ibu mertua), plus bercocok-tanam, audisi taneman yang masuk layak idup sm yang kudu disingkirkan karena sudah almarhum or isded (hihi, inget kan istilah ini waktu kite-kite kecil dulu?), so I think it's the perfect time to take refreshing.

Jauh di lubuk hati, pingiiin banget nonton pelem "Ketika Cinta Bertasbih", tapi ragu ngajak Abang, secara ini bukan genre pelem favoritnya, dia mah hobinya yang dar-der-dor, bukan tipikal drama mellow-mellow-an. Tapi Allah memang Maha Baik, Dia ngasih temen untuk nonton, alhamdulillah jadi ngga iseng sendiri kan?

Yang dodol banget itu justru kronologi untuk bisa nonton itu yang seru. Emang sih aku juga yang error, masak mo nonton Rabu nyimak jadwal di koran Selasa, ya 'jaka sembung deh, kagak nyambung! Jadilah pas nyampe di Detos 21, bengong sebengong-bengongnya, koq adanya jadwal film King, Garuda di Dadaku,en KCB dah sukses turun dari ingar-bingar panggung, diganti pelem "Hantu Ampera"! Alasannya, penontonnya dah sepiiii banget. Lha, panik dah sang pelakon. Di 21 seberang dah pasti ngga ada, satu-satunya harapan ya ke Plaza Depok depan terminal. Tapi sebelumnya aku harus berburu koran dulu untuk tahu ada jadwalnya apa ngga. Akhirnya lari-lari ke bawah nyari tukang koran, en subhanallah, baru ketemu di jarak 200 meter! Itu juga ngga modal beli, cuma ngintip, abis celingak-celinguk tukangnya ngga ada. Maap ya Pak/Mas?

Hasilnya? Alhamdulillah ada, dan masih kekejar untuk shalat dan lunch dulu, isi perut biar kenyang en tenang... Abis itu, pas ngantri en nonton (emang penongton dah minimalis buangets dech), kerjaanku ketawa aja deh tergelak-gelak sama sohibku, ni kelakuan emak-emak bener-bener kagak kalah ama ABG, qiqiqi...

Wednesday, July 15, 2009

MUTIARA KATA



Setelah melakukan yang terbaik
tidaklah penting lagi
kemenangan atau kekalahan
Kemenangan adalah melakukan
semua yang bisa diupayakan
untuk mencapai
semua
yang mungkin
dapat digapai...

(mario teguh)

Tuesday, July 14, 2009

HOREEE! LIBUR SUDAH USAI :)




Akhirnya...
Nyaris sebulan
bercengkrama dengan pasukan
aneka pekerjaan dan rekreasi dijalankan
ngelap kaca, nyapu-nyapu
juga beres-beres pernak-pernik
jalan-jalan
ke perpustakaan
museum
toko buku
tempat keriaan
diseling istirahat sejenak

akhirnya
usai jeda pariwara (eh keliru, jeda acara)
sekarang
saatnya kembali
ke sekolah
di kelas baru
yang terpenting
semangat baru!

(hm, ini puisi apaan sih??hehe... piss ah)

Friday, July 3, 2009

TAFSIR AL-AZHAR



Saat ke Pesta Buku Jakarta Ahad kemarin, beberapa kali mataku bersirobok dengan beberapa jenis buku tafsir Al Quran, di antaranya tafsir Ibnu Katsir, tafsir Fii Zhilalil Qur'an, jga yang teranyar (maaf kalo salah) Tafsir Wajiz. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu sempat juga aku mencermati sekilas bagian tafsir-tafsir tersebut, baik kaidah bahasa, diksi, kupasan, juga implementasi dan contoh-contoh terkait dengan ayat Quran yang tengah dibahas.

Dari sudut pandang pribadiku, sekali lagi opini pribadiku sebagai orang awam, sejauh ini aku paling sreg dengan Tafsir Al-Azhar karya fenomenal Buya Hamka. Aku suka banget cara dia 'bertutur', terlebih di ayat-ayat sensitif, baik itu menyangkut zina, poligami, juga perang dan pampasannya. Berbeda dengan tafsir ibnu Katsir atau Fii Zhilalil Quran yang terlalu simpel dan dangkal pembahasan di bab-bab tersebut, dan mungkin untuk kalangan feminis atau sinis dengan Islam, sisi ini bisa menjadi lubang atau celah menganga buat diobrak-abrik, Buya justru sangat detil, penuh deskripsi, disertai contoh aktual. Aku menangkap kesan beliau ini sungguh buya (bapak dalam bahasa Padang) yang teramat bijak, hati-hati, penuh pertimbangan, tidak menggampangkan/gegabah. Buatku, beliau menyadari betul dampak tulisannya terhadap siapapun yang membaca karyanya, dapat terentang dari berbagai latar belakang dan niat.

Subhanallah, dari penjara bisa lahir karya momumental, seperti juga Hasan Al Banna, yang malah mengalahkan karya senada dari tembok biasa...

Siapa mau membahas? Ditunggu, dengan senang hati :)

Thursday, July 2, 2009

LIBUR TLAH TIBA!

Pamit yaaa...
berhubung anak-anakku libur sekolah
suka ngga suka
mama-papanya ikutan liburan dulu
insyaAllah kalau masih ada umur
nti sharing cerita
juga sharing keceriaan yaa...
horaaass!

Tuesday, June 30, 2009

KUCING AJA SHAMPO-AN BOY...



Once upon the time, our ABG's cat coming with body yang dekhiiiil bangets. Ni ngapain aja sih boy, kamana wae? Ckckck... nih cewek geulis kumisan kok ya ngga bisa ngerawat bodi sih?? Ngga pake rundingan batas kuorum segala dah, diputuskan dalam waktu sesingkat mungkin besok kudu wajib musti harus dimandiin, tidak bisa tidak!!!

Naah, mengingat karakter kucing yang always senantiasa ngabur kalo kena aer, maka disusunlah rencana matang untuk memandikannya di halaman belakang, dengan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, ya seember penuh air, gayung, shampoo dove, plus handuk bekas yang bersih. Sesudah si Neta dibujuk rayu dengan breakfast ala hotel miaw (hehe, ngarang!), pintu belakangpun kututup, maksudnya supaya dia ngga bisa melarikan diri di luar radar. Diapun mulai kugiring ke dekat keran air, kubasuh dengan shampoo. Mulai mengeong lirih, en lama-lama heiboh, hihi... Hm, adu tabah en tega deh, mulaikuciduk air segayung, en dia juga mulai meronta-ronta, berupaya kabur. Alhasil, 5 menitan lah, sukses deh mandiin dia. En penonton yang ngintip dari balik jendela di dalam, cekikikan, ngetawain bulunya yang kuyup. Aneh deh, kayak anak kucing baru lahir kali ya, masih peliket, lengket banget. Tapi ngga lama kok, karena dia rajin menjilat-jilat bulunya. Makanya triknya mandiin kucing ya pagi-pagi, sesudah mencermati ramalan cuaca kalo hari itu tuh cerah ceria, baru deh basuh-basuh dia, oche??

* waduh, sori yaaa... entah kenapa, image pussycatnya gatot dipasang :(

Monday, June 29, 2009

SPEECHLLESS...

bila anda mengetahui orang yang anda kasihi hanya memiliki satu hari lagi sebelum dia meninggalkan kehidupan ini, apakah yang akan anda lakukan untuknya sekarang?

Bagi siapapun, kutipan kata bijak dari pak Mario Teguh ini, pasti membuat terhenyak, termangu, speechless. Seperti juga aku...

Bagaimana teman-teman, kira-kira apa yang akan engkau persembahkan?

Thursday, June 25, 2009

MUNAJAT INDAH

Allahumma baariklanaa fii Rajaba wa sya'ban wa ballighnaa Ramadhan...
Ya Allah...
Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban
dan sampaikanlah kami
di bulan Ramadhan...
Aamiin...


Dianjurkan oleh Rasulullah, junjungan kita, untuk mulai berpuasa di bulan Rajab dan Sya'ban, membiasakan diri mengurangi makan, juga mengendalikan nafsu-nafsu duniawi, agar tidak kaget saat memulai episode shaum di bulan Ramadhan...
Selamat menjemput berkah-Nya, mengais bulir-bulir ampunan atas khilaf kita yang begitu menggunung, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang bertakwa dengan sesungguh takwa, insyaAllah, aamiin... :)

Wednesday, June 24, 2009

INSENSITIVE


(BY LETTO)


a silent move that we make
when we awake
oh no
my conscience
come and going come and go
a troubled mind and twisted hand
we use everytime this everytime
all the sentimental feeling
that sometimes makes our heart burning
we surrender to a strong desire
ignorant to the needs of other
.. little whisper of little voices
that calls when we make desperate choices
are we that oblivious?
so insensitive
so many choices to be made
so little time to decide
so little guilt on our side

Tuesday, June 23, 2009

KINI, LALU, DAN MASA DEPAN..



bila Anda ingin mengetahui masa lalu Anda
kenalilah keadaan Anda sekarang
bila Anda ingin mengetahui masa depan Anda
perhatikanlah yang sedang Anda kerjakan sekarang...

(mario teguh)

Friday, June 19, 2009

SURAT CINTA BUAT DINDA



(cerpenku ini ada dalam buku antologi cerpen FLP Depok ini, mangga atuh dibeli & dikritik ya...)

Dinda, tanah ini masih bersemu merah jambu. Wana kesukaanmu. Dengan tenaganya yang dahsyat, ia membungkus tubuh mungilmu, dan... terbentanglah jarak di antara kita. Duhai, tak henti-hentinya Bunda sesali, andai saja dini hari tadi Bunda ada di sisimu, sekejap setelah jam tua di pondok kita berdentang dua kali, mungkin cerita tak berujung pilu begini.
Kalau saja tak ada batas waktu membuat proposal penelitian itu, rasanya tak ingin Bunda beranjak meninggalkan kehangatan pembaringanmu. Jika saja mata ini bisa digertak untuk terus terbuka lebar, biarlah tatapnya Bunda hibahkan untuk menelusuri wajah tirus serta tubuh ringkihmu. Raut muka yang menghibakan, namun sesungguhnya menyimpan semangat juang yang besar. Selalu ada yang menakjubkan darimu; tiap hari ada saja yang ingin kau pelajari.
Andai saja.... Ah, anakku. Penyesalan memang senantiasa datang terlambat, tapi kali ini bagai tak berakhir. Air mata Bunda rasanya takkan kunjung kering. Tak adakah, Dinda cintaku, Allah memberi peluang pada Bunda untuk melakoni ulang detik-detik sarat makna bersamamu, hingga Bunda bisa menghambat kepergian abadimu ini. Bisakah? Bolehkah, Rabb...?

*********
Semua sudah pergi, pulang ke rumah masing-masing. Mereka yang berpakaian dan berparas muram. Namun... tak ingin rasanya kaki ini beranjak menjauhimu, dan membiarkanmu terbaring sendirian di tengah tanah pekuburan yang sunyi sepi ini. Bunda tak sudi, tak mau!
Ah, itu Ayah perlahan mendekat ke arah kita, menggamit tangan Bunda.
“Mari, Sayang. Sudah mulai gelap, akan hujan rupanya...”
Bunda mencoba menggeleng kuat-kuat. Tidak! TIDAK! Biarkan hujan mengguyur tubuh Bunda. Apalah artinya dibandingkan dengan kedinginan dan kesenyapan yang kau rasakan di dalam sana. Dingin yang menggigit sampai ke sumsum tulang. Oh, tidak, tidak..., biarkan Bunda terus di sini. Bersamamu.
Ayah turut bersimpuh di samping Bunda. Ia terpekur sejenak. Matanya sembab, rautnya nyaris ungu menahan isak. Bunda melihat masih ada galau di sana, meski sudah agak mereda. Ah, Ayah masih lebih tabah daripada Bunda, Dinda. Ia berkata,”Bunda, ingatkah apa yang tadi dikatakan Pak Ustadz? Hubungan ini, bagaimanapun hanyalah terputus secara fisik. Tidak ikut memutuskan hubungan jiwa. Dinda tetaplah anak kita, belahan jiwa kita, meski kini ia tertidur panjang di sini. Ya, kan?”
Bunda hanya sanggup mengangguk.
“Dinda tentu lebih bahagia bila mengetahui Bundanya terus mengennagnya dalam doa dan keikhlasan, bukan dengan menyiksa diri seperti ini...”
“Biar! Biarkan Bunda, Ayah! Tolong izinkan Bunda tetap di sini...”
“Sst... Sayang. Apakah menurut Bunda, rasa bersalah itu bisa pupus dengan cara begini? Ayah kira tidak, Bunda. Dinda pastilah tidak menyukai cara ini, cara yang menyakiti diri Bunda. Ya kan? Ayo, marilah kita pulang. Maghrib sudah menjelang...”
Pecah tangis Bunda, luruh sudah pertahanan ini. Kekeraskepalaan Bunda bagai kena tohok dengan telak. Duh, Dinda, Bunda terpaksa harus pamit dulu. Permata hatiku, insya Allah wangi surgawi segera menyambutmu di sana....

**********
Boneka, sepatu, dan baju-baju merah jambumu baru saja Bunda rapikan. Hari terasa begitu lambat beringsut, seolah enggan beranjak dari detik ke detik. Baru pukul sepuluh pagi, namun kepala ini sungguh penat.
Sepekan sudah engkau pergi, tapi bagi Bunda, seolah engkau masih berkelebat di sini. Di ranjang mungilmu, di kursi malasmu, saat engkau berbagi keceriaan dengan sang mentari, di mana-mana. Denyut hadirmu masih terasa bergelora, memenuhi aura kehidupan Bunda, meski wujudmu sudah menyatu di surga dengan-Nya.
Entah mengapa, tangan Bunda refleks meraih boneka Lalamu yang cantik. Matanya yang besar membelalak lucu. Masih terekam jelas dalam benak Bunda, kala pertama kali Bunda perlihatkan Lala padamu. Tangan kurusmu bergerak teramat lambat, coba menggapai mata besarnya, ingin menggoyang-goyangkan tubuh montoknya agar matanya bergerak-gerak naik turun, membuka dan menutup.
Allah... tak pernah jua sebelumnya Bunda menyaksikan upayamu yang sedemikian gigih, berusaha melawan kelumpuhan totalmu. Dinda lihat? Tahu-tahu Bunda sudah menangis lagi. Bunda kini duduk di kursi goyangmu, tempat kita biasa berbagi suka-duka, merajut cerita. Pahit sekali bila Bunda mengingatnya lagi, betapa kisah-kisah kita makin mendekati titik nol kala Bunda memutuskan untuk bekerja sebagai staf pengajar di kampus itu.
Mulai tampak bayang kekecewaan di matamu, ketika sejak itu makin sering Bunda ingkar janji, Maafkan Bunda, Manis. Bunda harus ke kampus, harus memeriksa kertas ujian, harus, harus.... Tapi, makin hari makin kerap Bunda harus ke sana, harus ke sini.
Duh, Dinda.... Bunda tak bisa mencegah ketika memori ini berlabuh jauh, terhempas keras ke masa empat tahun yang lalu. Saat itu Bunda sedang terserang demam, sulit sekali rasanya menelan. Kelu lidah ini bukan buatan. Bunda memaksa diri untuk makan sesuatu, tapi penyakit itu begitu bandel. Sudah seminggu tak kunjung sembuh, meski berbutir-butir parasetamol telah Bunda minum. Akhirnya Bunda pun pergi ke dokter Milna, dokter spesialis kandungan teman Bunda. Duh, Dinda... reaksinya bagai menampar keras pipi Bunda.
“Ya Allah, Ranti! Kok baru sekarang kemari? Padahal demammu sudah menjelang seminggu. Sebaiknya kamu periksa darah. Ini baru minggu ke delapan kan?”
“Kok sampai harus tes darah segala? Memangnya kenapa, Dok?”
“Ini lho, ruam-ruam merah di kulitmu ini kan masih tanda tanya. Berdoa saja semoga bukan...”
Mendadak sunyi. Bunda jadi curiga.
“Semoga bukan apa, Dok?”
“Saya sangat berharap bukan rubella. Terus-terang, virus itu agak berbahaya untuk janin yang sedang di kandungmu. Kita berharap hanya demam biasa.”
Duh, sayangku! Harapan tinggal harapan. Meski kami berdoa siang-malam, akhirnya Bunda divonis positif terkena rubella. Rasanya dunia sudah kiamat buat Bunda. Apa dosa yang telah kami perbuat? Ataukah ini sekedar ujian hidup? Tapi... mengapa sedemikian berat?
Dengan mengucap basmallah, Bunda mencoba mengayun langkah, menapaki hari-hari dengan sikap tegar, meski tak ayal, ada masa penuh isak tangis di malam kelam, kala Bunda mengadu kepada-Nya. Tiada, tak ada yang mampu menyelami kepediahn jiwa Bunda selain Dia....
Amboi, cantiknya dirimu. Kulit kuning langsat, bersih-bercahaya, persis seperti malaikat kecil yang langsung mencuri hati Ayah dan Bunda. Timbul setitik harapan, semoga tak ada efek rubella pada pertumbuhanmu. Semoga...
Tapi, luapan suka cita itu tidaklah lama. Sedikit demi sedikit engkau mulai tertinggal dari bayi seusiamu. Engkau masih saja terbaring tanpa mampu memutar tubuhmu untuk tengkurap dan duduk, bahkan hingga usiamu dua tahun. Meski Bunda kerap menggodamu dengan mainan favoritmu, gemingmu sangatlah minim, hanya mata indahmu yang antusias mengikutinya.
Tamparan kedua pun datang, cerebral palsy, lumpuh motorik, stadium terberat pula. Syaraf motorikmu akan mengalami kelambatan, dikau takkan bisa berjalan selamanya, apalagi berlari lincah. Ya Rabbi, mengapa beban ini begitu berat? Rasanya saat itu, nyawa Bunda sudah separuh terbang....
Bolak-balik ke YPAC, demam tinggi yang setia datang, teriakan kesakitanmu yang memilukan disertai kejang-kejang. Itulah pemandangan yang harus Bunda hadapi setiap hari, dari waktu ke waktu. Membuat Bunda sangat lelah, fisik dan mental. Makin lama mental Bunda kian labil, karena emosi teraduk-aduk selalu. Sampai pada suatu titik, Bunda haus suasana baru. Bunda dan Ayah berdiskusi, panjang lebar, hingga larut malam. Bunda ingin, ingin sekali bekerja.
“Tetapi bagaimana dengan Dinda?”
“Kita bisa cari baby-sitter untuk anak penyandang cacat. 'Kan terapisnya rutin datang, jadi bisa memberi pengarahan. Lagipula Bunda janji tidak akan lepas tangan.”
Dan Ayah pun terpaksa mengalah.
Duh, Dinda... Ternyata janji Bunda hanya sebatas janji. Lambat laun, suasana baru itu lebih menantang, lebih harum semerbak bagi Bunda. Apalagi baby-sitter-mu sangat cekatan dan sabar, dan terapismu melaporkan kemajuan pesat darimu.
Makin terbuailah Bunda, dan makin jauh jua hubungan kita. Bunda kian sering pulang malam, ketika kau sudah lelap tertidur di tengah bonekamu. Entah menguap ke mana nostalgia manis saat kita melewatkan hari-hari selama dua puluh empat jam bersama-sama. Hari-hari engkau bebas dari demam dan kejang; hari-hari hanya ada tawa ceriamu, kala Bunda menggoda dan membopongmu mngitari taman, seraya memperkenalkanmu pada sang kupu yang tengah menghisap madu bunga.
Indahnya kenangan itu, mengawang-awang di langit biru. Saat itu ingin rasanya Bunda persembahkan segala yang engkau inginkan. Meski tak ada ucap yang terlontar, karena bicaramu pun ikut terhambat, namun binar matamu bicara banyak. Ya, Sayang, Bunda tahu, betapa banyak cerita yang ingin kau bagi pada Bunda. Tawa, tangis, dan isak pilumu kerap jadi satu kesatuan...
Tapi, dunia baru Bunda begitu memabukkan, hingga kenangan manis itu makin lama makin kabur dari benak Bunda. Padahal, masih rutin sebulan sekali engkau demam tinggi disertai igauan dan kejang-kejang di sekujur tubuh.
Baby-sitter-lah yang setia mendampingimu, meski Bunda bukannya tak tahu, Bundalah sebenarnya yang kau butuhkan. Sementara Bunda sendiri semakin sering menghilang dari sisimu, lenyap di tengah rimba pekerjaan mengajar, membuat penelitian, dan pelatihan di sana-sini. Nyaris tak ada tanya simpati dari rekan sejawat Buna, menanyakan perihal dirimu. Dulu, dulu sekali, memang ada teman Bunda, seorang psikolog anak, mengingatkan agar Bunda behenti mengajar saja.
Bunda langsung meradang. No way! NO WAY!! Bagaimana dengan dunia baru ini? Haruskah Bunda selamanya berkutat dalam gerak terbatas di antara dinding sempit rumah kita? Dan hanya berputar-putar di pusaran deritamu? Apakah Bunda tak boleh sedikit menarik napas dan melepaskan tekanan emosional di rumah? Tidak! Tidak! Batin Bunda langsung memberontak. Bunda butuh udara segar di luar rumah, sama seperti ayahmu. Kenapa hanya Bunda yang harus berkorban? Duhai, Sayang, kelak Bunda amat menyesali kepongahan ini.

**********
Berdiri di atas alasan 'demi engkau”, Bunda melanjutkan perjalanan karir ini. Begitu melenakan dan membius, sehingga begitu mudah Bunda mengalihkan tugas menenangkan amukan protesmu pada Mbak Yuni, baby-sitter-mu. Walaupun kian kentara sikap gundahmu, kecewamu, tugas yang bertumpuk memupus kepekaan Bunda atas perasaanmu. Paper, koreksi ujian, soal-soal ujian, draft penelitian, semuanya bagai mengepung, sekaligus menantang. Tak ada lagi ruang untukmu, hingga jerit tangismu kala Bunda berangkat kerja, menguap lepas di udara.
Pagi itu, tiba-tiba saja engkau demam tinggi, tersengal-sengal napasmu. Ini tak biasanya, Bunda panik. Baru menjelang tengah malam, engkau mulai tertidur tenang, setelah tiga kali meminum obat dari dokter Rizal. Bergegas Bunda bergerak, langsung meraih draft penelitian yang batas waktunya tinggal dua hari lagi. Tidak sempat lagi Bunda menatap kepolosan wajahmu, dan... memang takkan ada waktu berulang.
Subuh menjelang, menggugah kesadaran Bunda kalau tubuhmu sudah sedingin es. Meski Bunda menjerit histeris, memanggil-manggil namamu, kau tak pernah bangun lagi. Kau hanya diam berbaring, dengan senyum lembut membayang di bibirmu yang mulai membiru. Dan engkau tinggalkan Bunda dalam sunyi. Sunyi, seolah berjalan dalam gulita.

**************
Tanah peristirahatan terakhirmu sudah mulai kecokelatan, tidak lagi merah jambu seperti kemarin. Tapi air mata Bunda belumlah kering, terutama saat teringat angan-angan Bunda untuk membelikanmu kursi roda serta menyekolahkanmu di SLB D di Pasar Minggu.
Maafkan Bunda, anakku. Biarlah rasa sesal ini Bunda hayati sendiri. Hanya satu hal Bunda pinta darimu, jangan biarkan jiwamu ikut menjauhi Bunda. Selamat jalan putri kecilku, bidadari hatiku. Antarkan wangi surgawi ke hati Bunda.

Cimanggis, April 2000


*************************

Wednesday, June 17, 2009

HARGA ATAS WAKTU..




tidak ada harga atas waktu,
tapi waktu sangat berharga
memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya
tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari segala kekayaan...
(mario teguh)

Tuesday, June 16, 2009

BURJO MADURA, SYEDAP TAIYE..



Malam mingguan, empat orang mengendap-endap di tengah remang cuaca. Hehe, ngga ding, just a walking-walking around Cipayung, Megamendung. Secara ngga jelas bener target en sasaran, sekedar nyari udara segar jelang petang, begitulah...

Sepelemparan batu berjalan, bersitatap mata dengan tenda bertuliskan "Bubur Kacang Ijo Madura". Jadi inget gosip ramai kala mengaji bahwasanya sang burjo ini punya kekhasan tersendiri yang jujur, waktu itu aku ngga nyimak! (Heisya, piye tho mbake?? Ndak nyimak kok penasaran? Opo penasaran sebab kerna ndak nyimak? Walah, mutre-mutre je). Namun dengan keluguanku, misua mau aja diajak nyoba, yuuuuk...

Nah, kali ini, kami berdua nyimak baek-baek deh. Si tukang burjo mula-mula menyendok segumpalan ketan item kering di dalam pancinya, ambil 1 sendok, lalu beliau meraih roti tawar tipis, en terakhir mengguyur keduanya dengan sesendok burjo yang udah 1 set dengan santannya, ngefull panasss... Rasanya? Hm, yummy memang, beda dengan burjo biasa, yang ketan itemnya basah, dan santannya lebih encer. Pokoke mak nyuss deh... Penasaran? Dah nyimak blom?

Monday, June 15, 2009

SHALAT SUBUH...




Seorang pria bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di Masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, pria tersebut jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid .

Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.

Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid .

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.

Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."

Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid. Saat sampai di masjid , pria pertama bertanya kepada pria yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.

Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali-kali dan, lagi, jawabannya sama.
Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.

Pria kedua menjawab, "Aku adalah Setan."

Pria itu terkejut dengan jawaban pria kedua.
Setan kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa-dosamu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid. Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu. Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dengan selamat..."

Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.

Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.

sumber: NN