Tuesday, December 11, 2007

(NO TITLE)

dalam duka
kita berguru pada hujan
yang terus menyiram
arang hitam
dengan kesabaran
siang malam
kuncup-kuncup pun bermekaran
meneguhkan harapan-harapan

(Puisi Azzam dalam novel "Ketika Cinta Bertasbih 2", karya Kang Abik)

1 comment:

zuki said...

duka biarkan sejenak
seperti embun pagi
yang perlahan sirna
dengan sinar matahari
pagi