Tuesday, February 5, 2008

MENULIS DENGAN KELOPAK MATA? SUBHANALLAH!

SUMBER: Forum_LingkarPena@yahoogroups.com

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana seseorang menulis buku bukan dengan tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi dengan kedipan kelopak mata kirinya?

Jika Anda mengatakan hal itu mustahil untuk dilakukan, tentu saja karena Anda belum mengenal orang yang bernama Jean Dominique Bauby. Dia pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang banyak digandrungi wanita di seluruh dunia.

Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagi kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami Jean dalam menempuh hidupnya, Anda pasti akan berpikir, "Seberat apa pun problem, stres, dan beban hidup kita, semua tidak ada artinya dibandingkan dengan penderitaan Jean!"

Pada tahun 1995, ia terkena stroke yang akhirnya melumpuhkan seluruh tubuhnya. Ia mengalami penyakit yang disebut Lockedin Syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya, "Seperti pikiran di dalam botol." Ia memang masih dapat berpikir jernih, tetapi sama sekali tidak dapat berbicara atau bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi, itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga, dan teman-temannya.

Beginilah cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat dan teman-temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main,"begitu pasti komentar Anda.

Ya, begitu juga reaksi semua orang yang membaca kisahnya. Bagi kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, bila kita disuruh menulis dengan cara Jean, barangkali kita harus menangis dulu selama berhari-hari. Bukannya buku yang jadi, kita malah minta ampun agar tidak disuruh melakukan apa yang diperbuat Jean untuk menulis bukunya.

Tahun 1996, ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, "Le Scaphandre" et le Papillon (The Bubble and The Butterfly). Insya Allah filmnya akan beredar tahun 2008 nanti. Film ini pun masuk nominasi Golden Globe.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Ar Rahman , 13)

3 comments:

Diah said...

Subhanallah... Subhanallah... Betapa banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari kehidupan orang lain, makhluk Allah yang lain. Senada dengan tulisan suaminya mbak Diana ya, semoga kita bisa selalu menjadi hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmat-Nya. Amiin.

elyswelt said...

kita2 yang dikarunia raga yang utuh dan sehat wajib lebih banyak bersyukur ya Mbak ^_^

zuki said...

subhanalloh ... benar sekali ... maka nikmat mana yang kau dustakan?