Wednesday, August 13, 2008

TAJAM HUJANMU

Oleh :
Sapardi Djoko Damono


tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu




Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982
.

8 comments:

ILYAS ASIA said...

sajak patah hatikah?

sama

selamat

kucingkeren said...

puisi2 Sapardi selalu memukau...

Diana said...

Iya mbak Ammar, sejak kecil aku sdh senang puisi, ngga hrs sapardi atw Chairil Anwar. Jg ngga hrs sdg patah hati kok, kl 'dalem' & aku ngerti & suka, ya sudah. hehe, simpel banget ya?

Rita said...

Mrasa sama dengan apa yang dilantunkan sipuisi ini mba?
Kayaknya cinta yang gak bersambut yaa?? :D atau ???

Rita said...

Tapi kan gak mungkin cinta gak bersambut kan.... duh penasaran.... Maknanya apa yahhh..:D

Diana said...

mbak Rita: bisa multi-tafsir sih kurasa, mgk sajak patah hati (kyk mas ilyas bilang), perasaan dikhianati, pedih-peri, atw lainnya? Asyik ya bahas puisi :)

Frenavit Putra said...

Waduh baca puisi ini jadi mengingatkan aku pada masa2 dulu...Masa dimana aku bisa tertawa lepas...

ephwan said...

pujangga Indonesia kang...
ato cinta yg nggak kesampaian...