Friday, October 10, 2008

SUPERB ADVENTURE!

Selasa kemarin, anak-anak kuajak berpetualang ke RUMAH CAHAYA DEPOK, di Jl Keadilan Raya, Depok Tengah. Rumcay (ini singkatannya) merupakan perpustakaan umum dan bebas dikunjungi siapapun dari berbagai kalangan usia. Untuk baca di tempat sih ngga perlu bayar, tapi kalau mau pinjam, ada iuran anggota dsb. Sebenarnya itu kegiatan tak terjadwal di musim libur lebaran ini, tapi alhamdulillah anak-anak hepi aja, apalagi dasarnya mereka sang pelahap maut eh salah... pelahap buku alias buku mania (bukan batik mania ya mbak Diah, hehe...), jadi meski diajak muter-muter naik turun angkot ya ceria aja.

Singkat cerita, kami sampai di sana sudah agak siang, anak-anak langsung mencari buku-buku favoritnya. Ternyata ini hari pertama rumcay buka, keliatan banget baru ditinggal mbak penjaganya mudik/libur. Debu di mana-mana, hm sesungguhnya kalo mau menurutkan nurani keibuanku sih langsung nanya "sapu di mana mbak?", tapi berhubung kita statusnya bukan pemilik rumah (yah iyalah...) tapi sekedar pengunjung, ya belajar tutup mata deh. Si mbak penjaganya masih muda belia, dia juga masih kebawa hawa mudik kali ya, jadi bukannya nonkrongin en matanya jelalatan ngeliatan pengunjung, dianya ikutan leyeh2 di depan teve di ruang tersembunyi. Sedihnya juga, ada beberapa buku-buku sumbangan yang hilang tak tentu rimbanya, di samping majalah sumbangan yang masih bertumpuk belum dirapikan. Hm, apa dong yang bisa kita lakukan ya teman-teman? Apa kalau perpus nirlaba begini identik dengan ketidakprofesionalan kerja dan kinerja? Sayang aja, apalagi ini urusannya sama buku, harta karun, gudang ilmu, yang nilainya melampaui harta benda manapun.

Oya, tidak lama, adzan dzuhur berkumandang. Kami shalat dan anak-anak yang kelaparan menuntutku membeli makanan. Lucunya, perut menuntut, tapi matanya tak bisa lepas dari bacaan, haha... Syukur alhamdulillah, oleh si mbak diperbolehkan makan di Rumcay, hingga pergilah aku ke seberang mencari nasi padang. Aduuh, padahal pingin banget yang bening dan seger, tapi sudahlah :) Serunya, anak-anak ternyata menikmati, palingan agak menggerutu waktu air putihnya dibungkus plastik (ini piknik beneran Ma?) en isinya lumayan boros. Tapi so far so good, nasi ludes, en si mbak juga ikutan maem bareng.

Saking asyiknya ngendon di situ, aku lupa mengamati kondisi langit, kami pulang sudah keburu gelap. Lama menanti taksi, kok ga muncul-muncul. Hujan lebat mengguyur, langsung intuisi emak-emakku tersulut, waduh, jemuranku!(maklumlah, di rumah ga ada pembantu, cuma ada mbak yang menyetrika 3 x seminggu) Basah kabeh,include handuk, daster, sarung, en baju tidur anak-anak yang diangin. PAsrahlah, mau gimana lagi??

Think think think ala Pooh, akhirnya kuputuskan untuk sewa angkot. Tawar-menawar menghasilkan deal 20 rebu, menerjang hujan dan menempuh banjir kecil di mana-mana. Si supir tipenya chronic complainer alias tukang keluh, beberapa kali dia ngeluhin jarak lah, banjirlah, macem-macem. Finally, okelah, kutambah 5 rebu deh, biar sama-sama senang ya Bos angkot?

Kehujanan, naik angkot privat pertama kali, makan nasi bungkus di tempat umum, wow what a superb adventure buat kami. Buktinya anak-anakku ngomong petualangan kali ini luar biasa, 5,5 jam bo berkeliaran di Depok!

Siapa mau ikut?

No comments: