Monday, January 26, 2009

SWEDIA BERLOMBA-LOMBA MASUK ISLAM


Oleh: Tim dakwatuna.com



dakwatuna.com -
“Dalam ujian carilah peluang”
itulah ungkapan yang sering didegungkan banyak orang di waktu
menghadapi ujian, cobaan dan krisis. Terutama terkait dengan agama
kita, Islam dan terkait dengan gerakan fanatisme kelompok, gerakan
penistaan terhadap kemuliaan Rasulullah saw. dan upaya untuk
menghalang-halangi cahaya Islam di Eropa.
Itulah yang terjadi di Swedia, ketika tersebarnya gambar-gambar yang
menghina Rasulullah saw. justeru pada waktu yang bersamaann beribu-ribu
penduduk Swedia masuk agama Allah.
Kondisi demikian teruangkap ketika delegasi Pemuda Swedia menghadiri
Muktamar Wartawan di Lembaga Pendidikan Swedia di daerah Iskandariah,
Mesir pada hari Sabtu, 16/11/08.
Mereka mengemukakan data, 15 000 penduduk asli swedia masuk Islam,
dan umur mereka antara 20 sampai 40 tahun, setelah kejadian pelecehan
terhadap Rasulullah saw. subhanallah!
Delegasi yanng terdiri dari 12 orang -muslim dan muslimah- itu
sedang menggarap 4 proyek dakwah untuk melayani kepentingan umat muslim
di Swedia.
Proyek pertama, pendidikan pemuda muslim, bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat Swedia.
Proyek kedua, pendidikan Bahasa Arab bagi para imam, karena generasi baru muslim Swedia tidak bisa berbahasa Arab.
Proyek ketiga, peduli terhadap problematika lingkungann dan pelestariannya.
Proyek keempat, dialog antar agama.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk merubah cara pandang masyarakat
Swedia terhadap Islam, di mana mereka sebelumnya mengira Islam sebagai
sumber masalah, merubahnya menjadi pengakuan bahwa Islam bagian dari
agama-agama yang ada di tengah-tengah mereka. Penilian keliru
masyarakat Swedia lantaran pemahaman mereka yang tidak benar tentang
Islam.
Islam terhitung menjadi agama kedua di Swedia. Populasi muslim lebih
dari setengah juta jiwa dari total jumlah penduduk Swedia delapan
setengah juta jiwa.
Islam terbilang baru berkembang di Swedia, namun jumlah orang yang
memeluk agama Islam terus bertambah banyak, terutama karena komunitas
muslim di sana tidak mendapatkan kendala dalam menjalankan syiar dan
simbol-simbol peribadatan Islam. Juga berdirinya masjid-masjid di
seluruh penjuru kota di bawah undang-undang resmi yang diakui oleh
parlemen Swedia, yaitu undang-undang kebebasan bergama, hak-hak pemeluk
agama dalam menjalankan keyakinannya tanpa harus ada kekhawatiran
sedikitpun meskipun bagi kelompok minoritas.
Di Ibu Kota Swedia ada 45 lembaga-lembaga Islam dan Islamic Centre,
dan kota-kota besar terhitung ada 15 lembaga-lembaga Islam dan Islamic
Centre. Begitu juga paling tidak ada 4 masjid raya di setiap kota besar.
Di Swedia digalakkan terjemah kandungan Al Qur’an, pembangunan
masjid-masjid baru. Islam tersebar lebih banyak di kalangan perempuan,
terutama lingkungan kampus dan akademisi. Penyebabnya adalah adanya
ambivalensi di kalangan perempuan Eropa, di sisi lain perempuan
muslimah Swedia mendapatkan kehormatan dan penerimaan yang utuh dari
agama Islam dan komunitas muslim, yang tidak ada dalam agama-agama lain.
Muslimah Swedia mendirikan lembaga khusus bagi para muslimah pada
tahun 1984, pada saat Islam baru pertama-tama berkembang di Swedia. Di
organisasi ini aktivis muslimah melaksanakan kegiatan dakwah dan sosial
di seluruh kota, berupa seminar, ceramah, kajian agama, muktamar Islam,
bazar, stand amal, penyediaan perawat bagi anak-anak, pelatihan
pendidikan anak, dan juga menopang problematika Islam.
Disebutkan dalam sejarah, bahwa Islam masuk di Swedia pada tahun
50-an pada abad 20 M, dibawa oleh sedikit orang yang bisa dihutung
dengan jari, kebanyakan mereka dari Asia Tengah, yang lari dari
Komunisme, dan sebagian lain dari Palestina yang diusir oleh Israil
dari negaranya. (it/ut)
" Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya".(QS.Ali Imran
(3):54).

3 comments:

zuki said...
This comment has been removed by the author.
zuki said...

Jadi ingat ustad pengajian yang begitu optimisnya akan banyak orang masuk Islam setelah perang Gaza. Kenapa?

Kurang lebih kata beliau, "Mereka pasti heran, kekuatan apa yang berada di hati setiap bangsa Palestina, yang membuat mereka tetap penuh semangat? Lantas mereka membaca (terjemah) Al Qur'an untuk mencari tahu ... dan insya Allah, Allah akan membukakan rahmatNya bagi yang IA kehendaki ..."

Diah Utami said...

Amiin. Optimisme dan keyakinan kita pada Allah akan membawa kita pada ridho-Nya. Insya Allah. Semoga bukan hanya makin banyak orang yang 'penasaran' akan Islam dan akhirnya memeluk agama fitrah ini, namun juga semakin kuat keimanannya pada Allah. Amiin.