Friday, January 16, 2009

ANTARA PELURU DAN BATU API...

(persembahan putriku untuk rakyat Palestina, ditulis saat usia 10 tahun)

oleh KUNI



Peluru itu masih terus menderu
Dan jeritan takbir masih terdengar
Mengantarkan cerita sedih
Tentang peluru dan batu berapi

Orang-orang bergeletakan tak berdaya
Dengan darah yang mengucur deras
Sementara itu orang-orang yang keji
Tertawa puas dengan suaranya yang mengerikan

Batu-batu itu masih terus berlemparan
Diiringi teriakan takbir yang menggelegar
Batu itu bagai batu berapi di mata teroris-teroris itu
Tentu atas izin Maha Kuasa

Sementara itu anak-anak di negara-negara lain
Bebas melakukan aktivitas apapun jua
Tak ada hal apapun yang membuat waspada
Karena tidak ada bom-bom dari para teroris

Tapi…
Di negeri Palestina itu
Anak-anak dirampas kebebasannya
Mereka harus ikut berperang
Melawan Israel yang kejam

Senjata mereka hanyalah batu
Yang bisa dipungut dari manapun
Tapi batu itu amatlah menakutkan
Dengan api yang menyelimuti

Mati di jalan Allah sungguh mulia
Dapat merasakan kenikmatan yang sangat
Walau di bumi merasakan kengerian yang dalam
Dan itu khusus untuk para mujahid mujahidah

Tekad umat musyrik itu tak dapat ditunda lagi
Untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa
Tak apa perang bertahun-tahun
Asal bisa menguasai Palestina

Palestina…..
Walau kami jauh di sini
Walau kami tak merasakan keadaan yang mencekam
Walau kami tak dapat mendengar takbirmu
Tapi kami dapat merasakan kesedihanmu

Ya Allah….
Bebaskan mereka dari Israel terkutuk itu
Sungguh Israel tak mempunyai hak
Untuk merampas kebebasan Palestina

Cimanggis, 2006

3 comments:

Diah Utami said...

Cantik... puisi yang cantik, Kuni. Bahasanya mulai terasa seperti bahasa bunda ya? Mungkin bunda Diana juga bakalan 'dibalap' nih sama ananda. Kalo nggak buru-buru, buku kumpulan puisi Kuni bisa terbit duluan nih, mabk. Ayo... sponsorin! ;)

vaye said...

subhanalloh kuni, 10 tahun aja tulisannya sudah hebat 'lahir batin' begitu
ibunya memang patut di acungin jempol gajah karna berhasil mendidik anak :)
ajarin saya dung mbak diana :)

Diana said...

Alhamdulillah, hanya Dia pemilik segala puja-puji ini... iya mbak2, Kuni memang kyknya tipe 'word-smart' hy sayang kemauan kompetisi & keseriusannya masih up-down :) Mudah2an komen tante2 sholehah ini bakal melecut ghirahnya, insya Allah...