Wednesday, March 11, 2009

PEACE...




damai itu di mana?
tidak di harta berlimpah
tiada jua berada di jabatan dan mobil mewah
jua tidak di wajah jelita nan rupawan

damai itu
terpatri jauh di lubuk hati
yang pori-pori tubuhmu
penuh diselubungi rasa syukur
bukan ujub atau takabur

maka damailah
karena hari ini
engkau masih diberi satu hari lagi
menyambut rahmat dan karunia-Nya

Tuesday, March 10, 2009

INSIDE MECCA, INSIDE MY HEART...




Semalam, bersama Abang, aku menonton "Inside Mecca" di National Geographic Channel. Bertutur tentang 3 orang jamaah haji yang berasal dari 3 benua, yaitu Fidelma yang asli Amerika Serikat, Ismail dari Malaysia, dan Khalil dari Afrika Selatan. Ketiganya mengawali dan menjalani perjalanan sucinya ini dengan pergulatan batin yang berbeda. Fidelma yang seorang muallaf, Ismail yang pengusaha sukses, dan Khalil yang -- maaf kalau salah -- seorang rakyat biasa. Dari ketiganya, Khalillah yang menempuh rute napak tilas hajinya dengan naik bus umum, berlari-lari menggotong koper, sementara Ismail maupun Fidelma bisa dikatakan teramat nyaman dalam 'petualangan'nya ke Mekkah.

Ada saat-saat aku mengenang perjalanan hajiku dulu. Subhanallah, begitu banyak kenangan, betapa berlimpah ujian kesabaran. Sabar yang tidak hanya terucap melalui kata-kata semata, tapi tertempa lewat teramat banyak kejadian. Ketika harus menunggu antrian di bandara King Abdul Aziz, menanti bus yang akan membawa ke Mekkah, sewaktu terlambat tiba di Masjidil Haram kala Jumat, juga yang tiada pernah terlupakan dari ingatan, tatkala Abang jatuh sakit justru menjelang dan pas wukuf di Arafah, saat-saat makbul untuk memanjatkan doa. Juga ketika memandangi langit biru Mekkah usai tawaf Wada' sebelum beranjak ke Madinah...

Dan semalam, tak terasa ada air mata, basah, dan kian basah ketika aku shalat syukrul wudhu sebelum tidur...

Allah, betapa rindu aku menatap kembali rumah-Mu, rumah yang sebenar-benar rumah bagiku, rumah di mana aku begitu diterima dengan sepenuh kasih-Mu, segenap ampunan-Mu...

Rabb, kini kutahu, kekuatan terbesar yang kumiliki hingga detik ini aku bisa berdiri tegak berjuang melawan segenap ujian hidup adalah keyakinanku akan diri-Mu, yang utuh tak terpenggal...

Monday, March 9, 2009

HIDUP ADALAH...

karya MOH RUSLI M.



Hidup adalah... melihat ke dalam diri
karena yang menentukan arah adalah kepala ini
yang keputusannya ditentukan kini dan di sini
Modus hidup yang benar bukan "MEMILIKI"
hidup adalah "MENJADI"
maka tebaslah kenangan yang menipu diri
masa lalu adalah taman yang penuh duri
keputusan harus segera diambil
masa depan harus disikapi
panjatlah gunung yang tinggi
sebrangi tebing-tebing dan ngarai
menyusup ke dalam goa dengan cadas berlapis-lapis
Di sana, di dalam goa ada malaikat nurani
yang tak pernah mau merusak bumi
bersama malaikatmu majulah
jaringlah masa depan
ambil semua yang ada, tinggalkan segala yang tiada
taktik dan strategimu adalah AGAMA
senjatamu adalah FITRAH
panglimamu adalah KEPALA

Hidup adalah BANGKIT, BERJUANG, DAN MENANG
HIDUP ADALAH MAJU SAMBIL TERSENYUM...

***
ini petikan puisi dari seorang sahabat terbaikku, hadiah ultahku kemarin
aah, Gusti, merenung lagi,
sudah seberapa jauh kutapaki sisa-sisa hariku
dalam senyum dan optimis
dalam iman penuh dan sabar tak berujung?

Friday, March 6, 2009

KERJA BERMETODE EN CERIA!





Suatu hari waktu aku sedang menyapu, abang yang ada di TKP nyeletuk,"tuh di sini masih kotor nih...". Santai aja aku menjawab sambil tersenyum manis (halah, ngaku-ngaku),"tenang Bos, mama masih nyapu daerah sini dulu (dekat sofa, lurus ke dapur), baru nanti giliran daerah situ." Yang geli abis itu abang ngangguk-ngangguk aja, kayaknya dia heran juga kok nyapu aja kudu rapi jali? Emangnya kerja kantoran?

Eits, jangan underestimate sama emak-emak erte alias ibu rumah tangga lho. Everday we have to make a detail, very detail planning for short and long target! Kapan muter cucian, masak sarapan en bekal, yang tiba-tiba kalo anak or misua sakit atau apalah keadaan darurat, harus siap-siap switch ke plan B or C, misalnya ninggalin cucian dulu deh bawa anak ke dokter, nyiapin surat sakit untuk dititip ke tukang ojek, atawa mertua tahu-tahu mo dateng padahal kita dah siap mo ngaji, ye langsung bubar dech... Makanya, sebenernya 'musuh bebuyutan' ibu-ibu RT adalah bunyi telepon yang ngga penting amat di pagi hari saat kita sedang rusuh bin kribo. Ngga ada telepon aja cukup kribo apalagi diseling telepon atawa intermezo laen, sori man! Iiih, galak beneerr sih...

Anyway busway, kenapa juga kita ini perlu sistematis ngatur kerjaan rumah yang seabrek-jubrek itu? Yang paling gampang mah ya supaya kita tetep punya napas untuk urusan pribadi alias me-time, trus juga pas anak en misua tercinta mendarat kembali ke rumah, everythings are undel-control (dinner is ready, lantai mengkilap, taneman kagak layu en mati, de el el) dan kita siap menyambut dan mengurusi mereka dengan hati cantik jelita, uhuuy dah...

Hayo, siapa yang ngga mau diservis dengan jiwa-raga ceria?

Thursday, March 5, 2009

MENDIDIK DENGAN KASIH SAYANG




Oleh : Mulyana, Kolom Hikmah HU Republika, 27-09-2004


Dikisahkan, pada suatu hari, beberapa Arab desa datang kepada Rasulullah SAW. Mereka bertanya kepada para sahabat, "Apakah kamu pernah memeluk anak-anak kecil kamu?". Para sahabat menjawab, "Ya". Orang-orang kampung itu berkata, "Akan tetapi, demi Allah, kami belum pernah memeluknya".

Rasulullah SAW lalu bersabda,"Aku tidak boleh berbuat apa-apa sekiranya Allah mencabut rahmat dari kamu".(HR Muslim).

Hadis di atas merupakan peringatan dari Rasulullah bahwa betapa pentingnya kasih sayang kepada anak-anak. Kasih sayang kepada anak-anak tidak
Hanya merupakan wujud dari rasa cinta, tetapi yang lebih penting adalah kasih sayang merupakan bagian dari peranan orang tua dalam mendidik mereka. Kasih sayang merupakan fondasi terbentuknya hubungan yang erat antara orang tua dan anak-anak.

Dalam kaitan ini, Deborah Stipek--seorang pakar motivasi dari Stanford University--mengatakan hubungan yang erat antara orang tua dan anak
sedikitnya mempunyai tiga komponen utama. Pertama, penerimaan. Dalam konteks ini orang tua harus menerima keberadaan anak apa adanya, tanpa syarat apa pun. Penerimaan total orang tua terhadap anak-anak memberikan rasa percaya diri yang tinggi kepada anak-anak dan mempercepat anak dalam proses pembelajaran dan perkembangan dirinya.

Sebaliknya, seorang anak yang tidak diterima secara penuh oleh orang tuanya menyebabkan mereka lambat dalam perkembangannya. Bahkan, penerimaan bersyarat tersebut menyebabkan anak memiliki sifat-sifat yang negatif, seperti pembangkang dan pemarah. Kedua, adanya hubungan/ikatan batin. Hubungan/ikatan batin yang kuat antara orang tua dan anak-anak menciptakan rasa aman secara emosi, tenteram, dan mereka bahagia menjadi dirinya. Hubungan/ikatan batin ini akan terbentuk jika orang tua memberikan kehangatan dan terlibat dalam kehidupan anak-anaknya.

Selain itu, hubungan/ikatan batin yang kuat terbentuk pula dengan adanya rasa saling percaya, keterbukaan dan saling menghargai. Orang tua yang
menanamkan rasa percaya pada anak menyebabkan mereka lebih berani mencoba, meskipun mereka memiliki keraguan sebelumnya. Adanya keterbukaan artinya ada komunikasi dua arah yang menyebabkan orang tua mudah mengikuti perkembangan anak, di dalam maupun di luar rumah. Sedangkan anak yang dihargai, maka mereka akan mengapresiasikan hal yang sama terhadap orang tuanya.

Ketiga, dukungan. Orang tua harus menghargai dan menghormati anak sebagai pribadi yang unik, sehingga mengembangkan segala potensinya untuk
menjadi diri sendiri dan mandiri. Dan, bukan dipaksakan untuk menjadi seperti orang tuanya. Dalam kaitan ini, John Bowlby--seorang ahli jiwa
anak—menegaskan seorang anak akan efektif jika minimal ada satu orang yang "berdiri di belakang mereka". Maksudnya, selalu ada orang yang siap memberikan dukungan apapun kondisinya.

Semoga kita dapat membangun dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita, sehingga keluarga kita termasuk golongan orang-orang yang
pengasih dan penyayang. Dan, semoga anak-anak kita menjadi anak yang membanggakan orang tua, bangsa, dan agamanya. Wallahu a'lam bishawab.

Tuesday, March 3, 2009

DANGDUT= KATRO, JAZZ = HIGH CLASS, AH MASA??




Suatu hari saat siaran, Farhan, dalam siarannya di radio Delta, mengemukakan topik bahasan menarik. Tentang kontroversi dangdut, yang sekarang sedang naik-kecam (istilah apaan tuh?) karena goyang Dewi Perssik, juga Jupe alias Julia Perez yang super-hot. Boikot di mana-mana, mereka dilarang tampil kecuali jika bersedia menutup area tubuhnya yang diobral sana-sini dengan pakaian yang lebih sopan. Dia mengingatkan jatuhnya 'harga diri' musik dangdut kontra dengan saat Rhoma Irama menuai kritikan pedas dari pelbagai musisi usai media massa menayangkan 'aksi arogannya' yang memaksa Inul meminta maaf atas goyang ngebornya. Terkait dengan Rhoma Irama, berita teranyar dari Farhan adalah bahwa sang Raja Dangdut ini baru saja 'sharing' ilmu gacoannya ini dengan embahnya musik jazz, yaitu Amerika Serikat, tepatnya di kota Washington DC.

Buatku ini sangat impresif, karena orang kita sendiri -- mungkin termasuk aku -- agak setengah hati menerima kehadiran musik dangdut dengan hati terbuka. Kesannya masih malu-malu, takut dicap ndeso kalo ngaku-ngaku fans Rhoma, Ike Nurjanah, atau Cici Faramida, en mendingan nepuk dada aja deh dengan ngaku penggemar beratnya Diana Krall, Jane Monheit, or else. Kesannya tuh, kalo seneng sama musik jazz kok ya lebih gaya, lebih oke, lebih keren, en bole donk mandang sebelah mata para fansnya musisi dangdut?

Terus-terang, menjadi penikmat jazz bukan perkara gampang, karena nih musik kan ngga jarang suara penyanyi en musiknya suka-suka ati ngalor-ngidul ke mana-mana, namanya juga full improvisasi. Aku pernah coba ikutan nongkrong bareng abang, duduk manis di depan jejeran peralatan audionya, en itulah yang kualami, hehe...

Ini sih kan lebih soal selera toh, mungkin perumpamaan yang sepadan adalah ada orangyang seneng gado-gado ato mie bakso, trus apa yang doyan pizza berhak mengklaim dirinya punya derajat lebih tinggi dari orang yang doyan nasi rames? Ngga kan? Lagian, enakan juga nasi padang, apalagi kalo pake dadar, en aneka kuah gule, rendang, ditambah cabe ijo, dimakan pas lagi laper-lapernya, wuiihh mantaps... Ups, kok jadi ngelantur siihh?? ;)

Monday, March 2, 2009

WANITA CANTIK




Jumat kemarin, ada seorang sahabat yang mengirim SMS kepadaku. SMS yang membuatku terharu hingga berkaca-kaca... Subhanallah, untaian katanya bernas dan dalam, membuatku bertanya pada diriku sendiri, seberapa jarakku tuk menggapai gambaran wanita cantik yang diidamkan oleh Allah Azza wa Jalla?
Dan hamdalah serta istighfar bersahutan, bergiliran, menggema...


"Wanita cantik,
melukis kekuatan lewat masalahnya
tersenyum di saat ia tertekan
tertawa di saat hati sedang menangis
sabar saat dihina
mempesona karena memaafkan...

Wanita cantik,
mengasihi tanpa pamrih
dan bertambah kuat
dalam doa dan pengharapan"


** Ini dikirim khusus untuk wanita sholehah yang setiap hari bertambah cantik dan yang baik, yang dicinta Allah SWT...

Pernahkah teman-teman mendapat SMS sedahsyat ini? Bagi cerita yuuk...