tak pernah ada
yang luput
dari tatapan Allah
Dia benar-benar Maha Menyaksikan
apapun yang kita lakukan
tak ada yang tersembunyi
tak bisa berdusta
sama sekali
di hadapan Allah...
(SMS Tauhid MQ Pagi)
Friday, May 21, 2010
Thursday, May 20, 2010
JAKA SEMBUNG JRENG!
Kadang relasi kita sama orang lain suka error, entah error yang bikin kesel plus mangkel en ngedumel, atawa error yang bikin malu trus ketawa-tawa. Ceritanya kan tiap Sabtu, aku ikut liqo atau pengajian sama temen-temen. Udah cukup lama, sekitar 3 tahun lebih, so sudah cukup kenal karakter temen yang ikutan di situ. Dari yang model 'slonong-boy' alias dateng telat en nongol dengan suara melengkingnya yang khas, atawa yang dateng telat sembari tergopoh-gopoh en clinguk-clinguk, yang gedombrengan bawaannya (bawa anak, bawa tas, bawa buku dan Al-Qur'an, bawa dagangan, kecuali bawa suami, soalnya ini pengajian wanita,hehe...), juga yang bawaannya kalo dateng pasti ujung-ujungnya curhat. Anyway busway, semua 'mix and match' ini bikin ngangeni kalo atu aja ilang kececer...
Naaah, yang gubrax kemaren itu, berhubung TKP ngajinya baru disambangi, harap maklum banyak yang nyasar. Gimana engga, ni ada orang ngasih tau di sini tempatnya, eh malah nyolot en ngotot bukan di situ, ya yang desperate malah yang nunjukin jalan (gaya orang kota bangets yah??). Terus yang lucu, ada temen, pas mau nanya orang, dari jauh, dia terheran-heran sendiri, kok udah siang, ada rombongan ibu-ibu rapi ngerumpi/ngumpul di depan sebuah rumah. Emangnya abis bubar ta'lim di mana, masak jamaahan shalat baru bubar sih, gitu pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya. Tambah deket ke rombongan ibu-ibu ini, baru deh dia ketawa malu sendiri, taunya itu jejeran manekin yang dipasangin jilbab warna-warni! Ya Allah, malunya...
Kasusku laen kali, karena ada temen yang ultah 2 hari sebelumnya, en beliaw yang kadung janji boyong kue untuk ransum ngaji, tau-tau sms izin ngga bisa hadir. Ngga rela dia melarikan diri dari tanggung jawabnya (iih, lebay dech...),aku dan satu temen godain dia, nagih janji ceritanya, gapapa deh orangnya ga dateng, nyang penting tu konsumsi nyampe, idih ketauan ngarepdotcom, hihi... Yang bikin gerrr banget sampe kami semua ketawa sambil nangis itu jawabannya yang super-polos, "maaf seribu maaf sista, aq belum smpat bw kue. Lg cari genteng... dst..." Waduh, jaka sembung beneran, antara kue en genteng, jauh bangeeet... Kagak nyambung jreng!
Naaah, yang gubrax kemaren itu, berhubung TKP ngajinya baru disambangi, harap maklum banyak yang nyasar. Gimana engga, ni ada orang ngasih tau di sini tempatnya, eh malah nyolot en ngotot bukan di situ, ya yang desperate malah yang nunjukin jalan (gaya orang kota bangets yah??). Terus yang lucu, ada temen, pas mau nanya orang, dari jauh, dia terheran-heran sendiri, kok udah siang, ada rombongan ibu-ibu rapi ngerumpi/ngumpul di depan sebuah rumah. Emangnya abis bubar ta'lim di mana, masak jamaahan shalat baru bubar sih, gitu pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya. Tambah deket ke rombongan ibu-ibu ini, baru deh dia ketawa malu sendiri, taunya itu jejeran manekin yang dipasangin jilbab warna-warni! Ya Allah, malunya...
Kasusku laen kali, karena ada temen yang ultah 2 hari sebelumnya, en beliaw yang kadung janji boyong kue untuk ransum ngaji, tau-tau sms izin ngga bisa hadir. Ngga rela dia melarikan diri dari tanggung jawabnya (iih, lebay dech...),aku dan satu temen godain dia, nagih janji ceritanya, gapapa deh orangnya ga dateng, nyang penting tu konsumsi nyampe, idih ketauan ngarepdotcom, hihi... Yang bikin gerrr banget sampe kami semua ketawa sambil nangis itu jawabannya yang super-polos, "maaf seribu maaf sista, aq belum smpat bw kue. Lg cari genteng... dst..." Waduh, jaka sembung beneran, antara kue en genteng, jauh bangeeet... Kagak nyambung jreng!
Tuesday, May 18, 2010
HATORI EN MOMOKO...

Abis Alex alias ATM en emaknya, si Neta, di-fait-accompli alias dipecat dengan paksa (hehe, udah kayak Sir Alan di "Apprentice" BBC Knowledge ajah...), anak-anak merasa kehilangan peliharaan. gimana enggak, biasanya mereka punya kesibukan, entah untuk sekedar maen, memaksa duo anak-beranak ini beratraksi (ini mah gawean si bungsu), ngurusin makan, en pangan-memangan lainnya (kalo ini spesialisasinya si kakak :D), eh tau-tau bengong kagak ada kerjaan. Disuruh nyuci piring atawa ngepel, mereka ogah, secara bedda gitu looh... Hihi, ya iyalaah, nyebrang dari just for fun with pet eh ujug-ujug disuruh2 kerja, langsung demo deh plus manyun!
Namun demikian, sedih en pilu itu untunglah ngga berlangsung taon-an. Pas lagi ngider di pasar rakyat di jalan baru, kita liat-liat ada hamster jabrik lucu lagi akrobat di kincirnya en centil wara-wiri sana-sini, bolak-balik ngga ada capeknya. Langsung deh duet pasukan minta dibeliin, en mupakat singkat pun tercapai, ngga pake tarik urat leher segala. Dibelilah dua hamster long-hair (ini hamster apa putri Rapunzel sih, kok hair-nya looong gitu?? Auk ah...), satu si lincah krem susu, atunya lagi coklat eksotis, si betinanya. Naah, pe-er punya peliharaan baru dah rebes, eit debat panas lagi soal nama, Papinya pingin begini, kakak ngga setuju,usul nama lain, eh si adik ga mau kalah sewot, ajukan usulan usil yang lain. Dari nama kebule-bulean, nama ndeso, nama Indonesia, tapi alhamdulillah tercapai mupakat berikut, dengan alasan simpel. Yusuf kan lagi pinjem buku Ninja Hatori dari perpus di kompleks, en salah satu komik favorit si kakak itu komik Momoko Sakura, akhirnya dikasihlah nama berbau Jepun, Hatori yang super-duper lincah en kemungkinan agen ninja yang menyamar jadi hamster (haiyya, error banget ya ulasannya), en Momoko, sebagai soulmate-nya. Barakallah yaa... Moga rukun-rukun mpe kakek-nenek hamster!
Tuesday, May 4, 2010
SMS TAUHID...
Monday, April 26, 2010
RENEW YOUR MARRIAGE...
Friday, April 23, 2010
MARI MENJADI AYAH YANG AMANAH
Oleh: Mujianto Karuk
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bismillahirrohmaanirrohiim
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS. An-Nisa (4) : 34.
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Baqarah (2) : 233.
Kaum Laki laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, maka salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan bagi keluarga kita diantaranya mari kita hargai, kita hormati dan kita sayangi ibu yang telah melahirkan anak anak kita.
Sesibuk apapun dalam kita melaksanakan kewajiban dan melakukan aktifitas pekerjaan kita sehari hari, untuk mencari dan memberikan nafkah bagi keluarga kita, sebaiknya kita sebagai Ayah, berkomitmen dan bersemboyan tidak akan menelantarkan dan menyia nyiakan semua keluarga kita, dengan melewatkan waktu kita dengan menasehati, berkata dan memberi contoh sesuai apa yang kita katakan dan kita nasehatkan bagi mereka, sebagaimana yang firman Alloh dalam QS. Al-Baqarah (2) : 44. Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebajikan, sedang kamu melupakan diri dari kewajiban mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab, Maka tidakkah kamu berpikir.
Agar anak anak kita kelak tidak mengecewakan kita, sebaiknya mulailah kita berbicara, mendidik dan memberi contoh sejak anak anak kita masih kecil, sehingga permasalahan yang sulit bagi anak anak kita akan lebih mudah kita tangani dan kita bantu penyelesaiannya manakala mereka semakin beranjak besar dan dewasa, dengan meluangkan waktu serta mendengarkan baik ide ide serta persoalan persoalan yang mereka hadapi, dengan semboyan dan tetap berpegang teguh pada bimbingan dan contoh, Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hingga lisannya fasih. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. HR. Al-Baihaqi, Ath-Thabarani.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, QS. Ar-Ruum (30) : 30.
Alloh Subhanahu Wa Ta Ala memerintahkan kita untuk disiplin dan tepat waktu, yang di gambarkan dalam kita melaksanakan dan melakukan sholat lima waktu, dan contoh lain lain, maka mari kita penuhi dan kita isi waktu anak anak kita dengan bimbingan agar mereka disiplin, dan tepat waktu dalam segala bidang sesuai perencanaan dan kesepakatan, dan bila mereka melakukan kesalahan berikan nasehat, arahan dan contoh hukuman yang mendidik, sebagai arahan untuk menetapkan batasan batasan yang masuk akal, juga kita berikan nasehat, arahan dan contoh akan ganjaran dan imbalan dari prilaku tepat waktu mereka serta kita berikan imbalan dan hadiyah yang dapat membuat anak anak kita mengingat serta sangat berarti bagi mereka, sebagaimana firman Alloh
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. QS. Al-Insyroh (94) : 7-8.
Abdullah bin Umar radiallahu anhu, sesungguhnya Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Dan pukullah mereka, karena meninggalkan shalat ketika mereka telah berusia dua belas tahun. Dan pisahkanlah mereka pada tempat tidur. HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim.
Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Hak anak atas ayahnya ialah diajari menulis, berenang, dan memberinya rezeki dari yang halal saja. HR. Al-Baihaqi.
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. QS. Al-Isra (17) : 26.
Wahai saudaraku mari kita sadari bahwa kita sebagai Ayah adalah model peran yang akan selalu dilihat, dicontoh dan dilakukan bagi anak anak kita, baik kita sadari atau tidak, apapun yang kita lakukan tidak akan terlepas dari pandangan dan penilaian mereka, terutama dalam kita melakukan dan berprilaku pada anak kita yang wanita, seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh dengan kasih sayang, sesuai yang di contohkan oleh Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam, ia akan tumbuh dewasa dengan pengetahuan dalam ia kelak menentukan dan memilih suami, maka alangkah indahnya bila kita para Ayah dapat mengajari putera puteri kita dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kebenaran, kerendahan hati, disiplin dan bertanggung jawab,
Disamping kita sebagai ayah kita juga harus menempatkan diri sebagai guru bagi anak anak kita, maka kurang bijak bila kita hanya menganggab bahwa mengajar adalah urusan guru saja, sesuai anjuran dan contoh dari Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Perhatikanlah anak anakmu, dan didiklah mereka dengan baik. HR. Ibnu Majah.
Usahakan sedapat mungkin kita sering sering makan bersama sama dengan anak anak kita baik itu makan pagi, makan siang, atau makan malam, karena ini dapat menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat, walau hari hari kita sebagai kepala rumah tangga penuh dengan berbagai kegiatan dan kesibukan, akan tetapi dengan makan bersama sama ini juga dapat memberikan peluang pada anak anak kita untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan. Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. QS. Ath-Thuur (52) : 21.
Disamping kita menempatkan diri sebagai ayah, dan sebagai guru, sedapat mungkin kita juga menempatkan diri sebagai sahabat, sebagai teman bagi anak anak kita, kita carikan kita belikan dan kita bacakan buku buku cerita yang mendidik, buku buku yang dapat memotifasi dan membuat anak anak kita jadi mandiri sekaligus mendorong serta menanamkan kecintaan kepada anak anak untuk terus membaca dan membaca, Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. QS. Al-Alaq (96) : 1-5.
Yang tentunya agar kita tidak mengalami kekecewaan sabagaimana yang telah diceritakan dalam posting dibawah ini, terlepas cerita dibawah ini benar atau tidak, sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk belajar dan mengajarkan ilmu yang tidak bertentangan dengan Al-Qur an dan Al Hadits, Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. QS. An-Nisa (4) : 69.
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). QS. An-Nisa. 4:174.
Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda Aku tinggalkan kepadamu dua pusaka, kamu tidak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah dan sunnahku (HR. Hakim).
Katakanlah Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Al-Imran (3) : 31.
Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda Sesungguhnya, siapa yang hidup sesudahku, akan terjadi banyak pertentangan. Oleh karena itu,. Kamu semua agar berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para penggantiku. Berpegang teguhlah kepada petunjuk-petunjuk tersebut dan waspadalah kamu kepada sesuatu yang baru, karena setiap yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim, Baihaki dan Tirmidzi).
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bismillahirrohmaanirrohiim
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS. An-Nisa (4) : 34.
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Baqarah (2) : 233.
Kaum Laki laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, maka salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan bagi keluarga kita diantaranya mari kita hargai, kita hormati dan kita sayangi ibu yang telah melahirkan anak anak kita.
Sesibuk apapun dalam kita melaksanakan kewajiban dan melakukan aktifitas pekerjaan kita sehari hari, untuk mencari dan memberikan nafkah bagi keluarga kita, sebaiknya kita sebagai Ayah, berkomitmen dan bersemboyan tidak akan menelantarkan dan menyia nyiakan semua keluarga kita, dengan melewatkan waktu kita dengan menasehati, berkata dan memberi contoh sesuai apa yang kita katakan dan kita nasehatkan bagi mereka, sebagaimana yang firman Alloh dalam QS. Al-Baqarah (2) : 44. Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebajikan, sedang kamu melupakan diri dari kewajiban mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab, Maka tidakkah kamu berpikir.
Agar anak anak kita kelak tidak mengecewakan kita, sebaiknya mulailah kita berbicara, mendidik dan memberi contoh sejak anak anak kita masih kecil, sehingga permasalahan yang sulit bagi anak anak kita akan lebih mudah kita tangani dan kita bantu penyelesaiannya manakala mereka semakin beranjak besar dan dewasa, dengan meluangkan waktu serta mendengarkan baik ide ide serta persoalan persoalan yang mereka hadapi, dengan semboyan dan tetap berpegang teguh pada bimbingan dan contoh, Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hingga lisannya fasih. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. HR. Al-Baihaqi, Ath-Thabarani.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, QS. Ar-Ruum (30) : 30.
Alloh Subhanahu Wa Ta Ala memerintahkan kita untuk disiplin dan tepat waktu, yang di gambarkan dalam kita melaksanakan dan melakukan sholat lima waktu, dan contoh lain lain, maka mari kita penuhi dan kita isi waktu anak anak kita dengan bimbingan agar mereka disiplin, dan tepat waktu dalam segala bidang sesuai perencanaan dan kesepakatan, dan bila mereka melakukan kesalahan berikan nasehat, arahan dan contoh hukuman yang mendidik, sebagai arahan untuk menetapkan batasan batasan yang masuk akal, juga kita berikan nasehat, arahan dan contoh akan ganjaran dan imbalan dari prilaku tepat waktu mereka serta kita berikan imbalan dan hadiyah yang dapat membuat anak anak kita mengingat serta sangat berarti bagi mereka, sebagaimana firman Alloh
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. QS. Al-Insyroh (94) : 7-8.
Abdullah bin Umar radiallahu anhu, sesungguhnya Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Dan pukullah mereka, karena meninggalkan shalat ketika mereka telah berusia dua belas tahun. Dan pisahkanlah mereka pada tempat tidur. HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim.
Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Hak anak atas ayahnya ialah diajari menulis, berenang, dan memberinya rezeki dari yang halal saja. HR. Al-Baihaqi.
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. QS. Al-Isra (17) : 26.
Wahai saudaraku mari kita sadari bahwa kita sebagai Ayah adalah model peran yang akan selalu dilihat, dicontoh dan dilakukan bagi anak anak kita, baik kita sadari atau tidak, apapun yang kita lakukan tidak akan terlepas dari pandangan dan penilaian mereka, terutama dalam kita melakukan dan berprilaku pada anak kita yang wanita, seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh dengan kasih sayang, sesuai yang di contohkan oleh Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam, ia akan tumbuh dewasa dengan pengetahuan dalam ia kelak menentukan dan memilih suami, maka alangkah indahnya bila kita para Ayah dapat mengajari putera puteri kita dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kebenaran, kerendahan hati, disiplin dan bertanggung jawab,
Disamping kita sebagai ayah kita juga harus menempatkan diri sebagai guru bagi anak anak kita, maka kurang bijak bila kita hanya menganggab bahwa mengajar adalah urusan guru saja, sesuai anjuran dan contoh dari Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Perhatikanlah anak anakmu, dan didiklah mereka dengan baik. HR. Ibnu Majah.
Usahakan sedapat mungkin kita sering sering makan bersama sama dengan anak anak kita baik itu makan pagi, makan siang, atau makan malam, karena ini dapat menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat, walau hari hari kita sebagai kepala rumah tangga penuh dengan berbagai kegiatan dan kesibukan, akan tetapi dengan makan bersama sama ini juga dapat memberikan peluang pada anak anak kita untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan. Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. QS. Ath-Thuur (52) : 21.
Disamping kita menempatkan diri sebagai ayah, dan sebagai guru, sedapat mungkin kita juga menempatkan diri sebagai sahabat, sebagai teman bagi anak anak kita, kita carikan kita belikan dan kita bacakan buku buku cerita yang mendidik, buku buku yang dapat memotifasi dan membuat anak anak kita jadi mandiri sekaligus mendorong serta menanamkan kecintaan kepada anak anak untuk terus membaca dan membaca, Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. QS. Al-Alaq (96) : 1-5.
Yang tentunya agar kita tidak mengalami kekecewaan sabagaimana yang telah diceritakan dalam posting dibawah ini, terlepas cerita dibawah ini benar atau tidak, sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk belajar dan mengajarkan ilmu yang tidak bertentangan dengan Al-Qur an dan Al Hadits, Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. QS. An-Nisa (4) : 69.
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). QS. An-Nisa. 4:174.
Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda Aku tinggalkan kepadamu dua pusaka, kamu tidak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah dan sunnahku (HR. Hakim).
Katakanlah Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Al-Imran (3) : 31.
Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda Sesungguhnya, siapa yang hidup sesudahku, akan terjadi banyak pertentangan. Oleh karena itu,. Kamu semua agar berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para penggantiku. Berpegang teguhlah kepada petunjuk-petunjuk tersebut dan waspadalah kamu kepada sesuatu yang baru, karena setiap yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim, Baihaki dan Tirmidzi).
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Tuesday, April 20, 2010
RENUNGAN HARI INI...
Perbanyaklah mengingat satu hal yang 'kan memutuskanmu dari kelezatan dunia, yaitu maut...
Saat kita terbaring tak bergerak, tiada bernafas, sadarkah bahwa detik itu tatkala ruh membebaskan diri dari belenggu raga kita, saat itu pula tutup sudah hak jawab kita sebagai makhluk hidup? Dan orang-orang, yang berkenan melayat, maupun yang tidak sudi menjenguk, punya kekebasan tak terbatas untuk bicara ini dan itu tentang kita. Lalu, kita ingin orang membicarakan apa mengenai diri yang sudah terbujur kaku ini? Kebaikankah? Sifat yang pendendam kita? Atau kelicikan dan kedurjanaan kita? Semua itu berpulang pada benih-benih yang dengan sabar kita tenam dan semaikan di ladang amal kita, sepanjang hayat. Jikalau kita ingin diperbincangkan tentang budi baik kita, tiada pilihan lain kecuali menabur sebanyak-banyak kebaikan ketika Allah masih berkenan menitipkan ruh pada jasad kita, berhati-hatilah dalam melangkah...
Saat kita terbaring tak bergerak, tiada bernafas, sadarkah bahwa detik itu tatkala ruh membebaskan diri dari belenggu raga kita, saat itu pula tutup sudah hak jawab kita sebagai makhluk hidup? Dan orang-orang, yang berkenan melayat, maupun yang tidak sudi menjenguk, punya kekebasan tak terbatas untuk bicara ini dan itu tentang kita. Lalu, kita ingin orang membicarakan apa mengenai diri yang sudah terbujur kaku ini? Kebaikankah? Sifat yang pendendam kita? Atau kelicikan dan kedurjanaan kita? Semua itu berpulang pada benih-benih yang dengan sabar kita tenam dan semaikan di ladang amal kita, sepanjang hayat. Jikalau kita ingin diperbincangkan tentang budi baik kita, tiada pilihan lain kecuali menabur sebanyak-banyak kebaikan ketika Allah masih berkenan menitipkan ruh pada jasad kita, berhati-hatilah dalam melangkah...
Subscribe to:
Posts (Atom)

