Friday, June 12, 2009

JUS MANGGA-JERUK




Panas-panas begini, paling uenaks ya nyeruput minuman dingin, segerr bin sehat. Apalagi kalo bukan jus buah? Nah, ini salah satu resep favorit kesukaan pasukan en bapake anak-anak, mangga dipersilaken untuk nyoba bikin. Jangan protes kalo enak en nagih ya, tenang aja bozz, ga bikin sakaw, malah langsing, singset, plus bugar! Bundaku aja seneng banget, en sempet jualan ini, ngisi waktu luangnya...

BAHAN:
2 buah mangga ukuran sedang, kupas bersih, potong-potong
1 buah jeruk manis, ambil airnya (jangan pake bijinya yah, apalagi kulitnya)
1 buah jeruk nipis, idem
gula, sesukanya deh, boleh pake atawa nihil
air 1500 ml

CARA:
Semua bahan taruh di dalam blender, kemudian blender sebentar hingga tercampur. Sajikan segera, dengan ditambah es batu.

Dijamin lebih syedap dari jus di resto deh, hihi narsis!

Thursday, June 11, 2009

HAMBA TERBAIK ALLAH...




Ciri dan identitasnya:

1. Tidak kenal sikap palsu, kamuflase, banyak tingkah, dan takabur (QS 25:63)

2. Ruang jiwanya dipenuhi perhatian dan kepedulian besar nan sungguh dalammencapai tujuan mulia mereka (QS 28:55)

3. Detik-detik malammereka teramat sangat berharga, diisi dengan ibadah muraqabatullah (QS 25:64; 17:79; 76:26)

4. Sangat risau dan amat takut akan azab neraka jahanam (QS 25:65-66; 2:3-4)

5. Mempunyai ukuran-ukurab yang jelas atas kebenaran dalam kehidupannya (QS 25:67; 17:29)

6. Tidak menyekutukan Allah, tidak menantang atau menyalahi-Nya (QS 25: 68-71)

7. Tidak menyia-nyiakan hak orang lain dan tidak menzalimi seorangpun (QS 25:72)

8. Hati mereka hidup subur dengan iman yang benar (QS 25:73; 8:2)

9. Mereka ingin kebaikan yang dilakukannya menjamah dan berlanjut untuk tiap generasi (QS 25: 74-76)

Wednesday, June 10, 2009

DOKTER HEWAN DADAKAN


Beberapa hari lalu, si Neta, kucing yang rajin nyambangi rumah, kelihatan ngga sehat dan lesu. Dia yang biasanya pagi-pagi cerah ceria dengan meongnya yang super ruame dech, kok ya cuma duduk manis di singgasana bantal lantai lorek-lorek, caari PW alias posisi wuenakhs, en lho... kok bobo? Anak-anak dah pada ribut aja, ngejar-ngejar untuk segera ambil tindakan ACT (aksi cepat tanggap), cemas betul kucing kesayangannya kenapa-napa. Kayaknya mereka masih kebayang sama kematian si Miu deh, setahun lalu, yang wafat di depan mata kepala mereka sendiri.

Yusuf tak suruh tuang madu arab, dopping emak-bapake, ke mangkuk kue apem. Nah pas mereka dah berangkat en kerusuhan tinggal jadi saksi bisu (ceile...), segera kupangku Neta, kucelup ujung jariku ke mangkuk kecil itu, dan sengaja kutempel ke ujung bibirnya. Eh alhamdulillah bolak-balik dia gesit menjilat-jilat ujung jariku, ngga pake dipaksa-paksa pula. Kasih breakfast yang banyak en full gizi, ngga lama siangnya dia sudah jauh lebih segerr (buah kalee...). Ah, senangnya...

Monday, June 8, 2009

MEMBIJAKKAH KITA?




waktu mengubah semua hal,
kecuali kita
kita mungkin menua dengan berjalannya waktu,
tetapi belum tentu membijak
kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri

(mario teguh)

Wednesday, June 3, 2009

PUISI TAUFIQ ISMAIL




Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya....
Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu....
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Tuesday, June 2, 2009

PUISI CINTA TUK ANANDA..




tiada terasa
anakku sudah remaja
ah Gusti Allah
waktu betapa cepat bergegas
meninggalkan beribu jejak

ah, acapkali kami alpa
anak ini hanya 12 tahun
hatinya sanggup didekap
sepenuh pelukan
sedang sesudahnya
hatinya sudah tertambat
pada teman sebayanya

kadangkala kumerenung
sudah berapa banyak bekalan
yang tlah kami siapkan
untuknya
sanggup menghadapi badai kehidupan
dengan setotal keyakinan
kepada Tuhannya
melawannya dengan
seutuh keberanian
akan tegaknya kebenaran
kebenaran hakiki Illahi

terus-terang
nyaris aku tak pernah yakin
makanya doa selalu teriring
untuknya
mohon perlindungan
Rabbnya
untuk selalu menjaga
melindunginya
karena Ia
sebaik-baik
penjaga dan penolong...

Monday, June 1, 2009

PETUALANGAN KE BAMBU APUS




Di luar jadwal rutinku, Rabu lalu aku menjelajah wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur, dalam rangka membantu menyeleksi calon siswa SMA Unggulan. Duluuu sekali pernah sih waktu masih nguli ke Panti Sosial, nanganin klien remaja. Nah, itu kan udah jadul banget, secara peta di kepala masih agak samar-samar sih, hehe... Cuman masalahnya dulu arahnya kan dari terminal Cililitan (yang sekarang dah disulap jadi PGC), so it will be wasting my time, karena aku kini dari Depok! So kasak-kusuk sana-sini, en nge-google map (nih bahasa apaan yah??) malah bikin bingung, en tambah berkuadrat-kuadrat soal berapa waktu tempuh en naek apa. Mau naik taksi ya itu jalannya mblusak-mblusuk kagak jelas, akhirnya bismillah deh, ambil amannya, berangkat mendahului para pasukanku, 1,5 jam sebelum waktunya.

Ngojek dulu sampe pasar, nyambung angkot dengan tujuan Pasar Rebo. Di angkot ini, alhamdulillah, pertolongan Allah memang dekat. Ibu muda berjilbab yang kutanyai dengan ramah memberi petunjuk cukup jelas, demikian juga dengan pak polisi tinggi besar (gimana engga, aku yang semampai ini sampe mendongak, halah ngaku-ngaku semampai tho Jeng??), yang dengan tegas nyuruh aku nyambung mikrolet 40 untuk turun di depan TMII. Siap, laksanakan!

Nyebrang, nunggu T01 (nih beneran angkot kawan lamaku dulu, the one & only route), barengan dengan sama nenek-nenek dan ibu-ibu yang baru pulang belanja di pasar Cililitan. Awalnya mereka asyik ngobrol sendiri, tapi pas aku nanya pak sopir soal lokasi TKP, mereka spontan saling menyahut. Wah masih jauh Neng, sabar aja ya?Itu mah udah hampir ujung, bla bla bla... Pokoknya seru banget mereka ngasih juklak, kali trenyuh ngeliat wajah memelasku (hehe, kayaknya ngga pernah jual tampang begitu, bengong en bingung iya, ups!)

Pelajaran hari itu adalah dari orang-orang kecil ini, yang secara psikologis ngga kenal sama aku, adalah betapa mereka tulus, mungkin jauh lebih tulus dari mereka yang ngaku-ngaku orang besar. Polisi di jalan, nenek dan ibu sederhana yang notabene 'cuma' jualan sayur di warungnya yang sesak dan pengap, supir yang ramah, ah ketulusan yang tidak terbeli oleh uang dan kekayaan berlimpah... Subhanallah, Allahlah penulis skenario dan sutradara kehidupan terbaik!


---
bukan hal-hal besar yang menjadikan orang besar
tetapi hal-hal yang lebih kecil
yang dikerjakan dengan kekuatan impian-impian besar
dan pengabdian yang setia...

(mario teguh)