Monday, April 20, 2009
Friday, April 17, 2009
DUKA-LARA

Duka
ke manakah kan berderap
tatkala orang terkasih
harus pergi dari sisi..
Kabar duka itu akan senantiasa kita jumpai dalam rotasi hidup kita. Baru dua pekan lalu kami terhenyak dengan kepergian teman seangkatan saat SMA karena terjatuh dari tangga, disusul sehari jelang pemilu, anak teman SMA yang baru berusia 6,5 tahun juga harus berpulang ke rahmatullah, berita paling lawas adalah wafatnya suami sahabat kuliahku. Beliau memang sudah cukup lama terkena stroke, di usianya yang belum lagi genap 45 tahun...
Ah, betapa acap kita tidak menghargai keberadaan orang-orang tercinta di sekitar kita, anak, pasangan hidup, sahabat, orang tua, kerabat, dan rasa kepedihan seperti dikoyak paksa untuk tampil ke permukaan, dan penyesalan hanyalah sekumpulan kesia-siaan...
If you never lost anyone or anything,
you would never know what they meant to you.
(Curious Case of Benjamin Button)
Thursday, April 16, 2009
PEPES TAHU ALA CHEF DADANG GADUNGAN... :D

Di rumah, secara naluriah en sadar penuh, mengamati perkembangan usia yang mulai matang bin gosyong (emang tempe, hehe...), kami mulai ngurangin goreng-gorengan (exclude kerupuk yah, kagak tahaaaaan kudu wajib harus ada krupuk!). Naah, salah satu resep andalan adalah pepes tahu.
Nah, berhubung agak males (ngaku nih yee :p) mbungkus-mbungkus daon pisang, walhasil disamberlah mangkuk-mangkuk plastik kecil untuk kue apem yang bertebaran di penjuru dapur. Ah, ternyata cakep juga tampilannya, kalo ngga ati-ati maen happ aja dikira kue manis taunya peddess, sshhh...
Bahan-bahan: (as usual ngga pake takeran yah sodara2)
- tahu bandung yang putih/tahu cina, dibejek-bejek sampe hancur
- daun bawang
- tomat, iris kecil-kecil
- cabe+bawang merah+bawang putih, boleh diulek halus, kasar, atawa sekedar iris halus, it's ok saja (hm, kalo mo irit tenaga mah ya memberdayakan sambel terasi/balado di kulkas)
- wortel
- telur 1 butir (it's the only one takaran yah, hihi...)
Caranya:
Masukkan tahu ke dalam wadah mangkuk, hancurkan dengan tangan atau muntu ulekan, tambahkan sisa bahan kecuali telur, aduk rata. Taburi garam/royco secukupnya, terakhir telur dimasukkan, aduk rata.
Siapakan mangkuk kue apem, penuhi dengan adonan pepes tahu, kukus dalam dandang selama 20-25 menit.
Hidangkan dengan sambal botol, sambal mentah, atau persambalan lainnya. Boleh juga digado, okeh juga dech...
Met nyoba yaa...
Wednesday, April 15, 2009
BAHAYA LIDAH KITA...

Tausiyah Aa Gym
Jumat, 10 April 2009
Saat tengah menjalani perjalanan Isra dan Mi'raj, Rasulullah, ditemani para malaikat, melewati bagian neraka yang di salah satu sudutnya dipenuhi sekumpulan kaum yang sedang mengguntingi lidah mereka sendiri. Rasul bertanya,"siapakah mereka itu,hai malaikat?"
"Mereka adalah umatmu, ya Nabiullah,"jawab malaikat.
"Umatku?"
"Benar ya Rasulullah..."
Dengan heran Rasulullah pun bertanya kembali,"mengapa mereka sampai masuk neraka dan dihukum untuk mengguntingi lidah mereka sendiri? Apa kesalahan mereka?"
"Mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia amat giat memerintahkan orang lain berbuat kebajikan ini dan itu, namun mereka sendiri tidak menunaikannya...,"papar para malaikat.
Na'udzubillah min dzalik....
Pernahkah terbayang dalam benak kita sedemikian keras azab dan murka Allah pabila kita bertindak sebaliknya dengan yang kita ucapkan di hadapan orang lain? Berapa banyak dari kita memerintahkan/mengungkapkan ini dan itu kepada anak-anak, istri, juga mengumbar janji pada anak buah, dan mungkin atasan, namun sebenarnya kita sama sekali tidak mengerjakannya? Acapkali kita memandang ringan saja, suatu hal yang sepele, bila kita belum melakukan sebagaimana yang kita serukan?
QS Ash-Shaaf, 2-3:
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengatakan kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Itu sangat dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan!"
Tuesday, April 14, 2009
GAGAL NYONTRENG EUY...

Hm, kebayang ga sih, dah dari lama ngebayangin mau nyontreng, dah intip-intip caleg yang sreg, denger bisik-bisik secara seksama en dalam tempoh puanjaaaaang (beneran panjang kan?), sampe dibombardir beberapa sms 'pesenan khusus' dari simpatisan parte, secara udah siap jiwa-raga (emang mo perang??), eeeeh, taunya namaku raib dari Daftar Pemilih Tetap (inget ya, bukan di DPO/Daftar Pencarian Orang, kagak ada tongkrongan jadi koruptor atawa penjahat, ada juga mirip penjahit or else, hehe...).
Ini aneh bin ajaib. Taon-taon dulu nih ye, kagak ada masalah. Pas PEMILU 1999, 2004, trus Pilkada Depok en jabar, fine-fine aza tuch. Nah ini kagak ada angin, kagak ada ujan, kriyep-kriyep pun ngga ada tande-tandenye, lah ujug-ujug namaku ilang! Banyak sih temennya, seerte aja kite ber-60-an, bisa jadi rombongan sunat kan (halah, ngaco!!)? Nah, peta politik di TPS eno aja bisa langsung berubah (secara analisis awam super-error kagek ape-ape kan mpok? Kan logika bengkoknya kalo nyang enem pulu itu nyontreng 1 parte nyang same kan langsung keok tuh parte pemenang di TPS yang bersangkutan?).
So, biarpun ude diusahain ame Bos nyang baek ati en kagak sombong pada malem sebelumnya, tetep aja kagak aci lah buat nyontreng besoknya. Kuciwa? Ya iyalah, secara kite kan warga negara nyang baek, boleh dong mencak-mencak dikit ? Yah, itung-itung nemenin Katon Bagaskara deh, yang juga ngedumel (heh, ge-er, emangnye situ sapa, sok setara ama Katon? Arteess nih yee... ;p)
Wednesday, April 8, 2009
DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH DARI 4 KEBURUKAN...

oleh: Ust. Ihsan Tanjung
sumber: eramuslim.com
Ada sebuah doa yang diajarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Di dalamnya terkandung permohonan agar Allah melindungi kita dari empat keburukan. Doanya berbunyi sebagai berikut:
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)
Setiap muslim tentunya tidak ingin terlibat dengan keempat macam keburukan yang disebutkan di dalam doa ini. Pertama, ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang tidak bermanfaat adalah semua jenis ilmu yang tidak mengantarkan seseorang kepada penambahan iman. Ilmu yang tidak bermanfaat justru merongrong iman seseorang sehingga semakin lama imannya semakin menipis. Sedangkan ilmu bermanfaat ialah ilmu yang membuat seseorang menjadi semakin dekat dengan Allah. Ilmu bermanfaat akan mengantarkan seseorang untuk menjadi ingat akan kehidupan sejati kelak di akhirat. Contohnya ialah para ulul al-bab (orang-orang yang berakal) yang disebutkan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
“…Sungguh terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS Ali Imran ayat 190-192)
Ulul al-bab merupakan orang-orang yang menggunakan akal mereka sehingga setelah melakukan pengamatan terhadap alam sambil mengingat Allah, lalu mereka segera teringat akan kehidupan di akhirat. Sehingga mereka segera berdoa: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Inilah gambaran mereka yang cermat dalam memilih ilmu untuk diamalkan. Mereka sibuk dengan ilmu yang bermanfaat. Mereka sangat peduli untuk memastikan bahwa ilmu apapun yang dikejar haruslah mengantarkan mereka menjadi lebih dekat dan tunduk kepada Allah. Ilmu yang bermanfaat ialah ilmu yang segera membangkitkan ingatan akan kehidupan akhirat yang hakiki dan abadi. Mereka sangat waspada dan curiga terhadap berbagai ilmu yang potensial mengancam stabilitas iman. Mereka sangat khawatir terhadap berbagai ilmu yang menimbulkan keraguan akan kebenaran ajaran Allah, Din Al-Islam. Mereka waspada menghadapi ilmu yang membuat mereka lebih cinta kepada dunia dan melalaikan mereka akan akhirat.
Kedua, hati yang tidak khusyu’. Keburukan berikutnya adalah memiliki hati yang tidak khusyu’. Artinya hati yang tidak tunduk kepada Allah. Hati yang liar dan tidak bersandar kepada Allah dalam menggapai ketenteraman. Padahal ciri orang beriman ialah bila mengingat Allah hati mereka menjadi tenteram.
”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)
Sedemikian pentingnya memiliki hati yang khusyu’ (tunduk) sehingga Allah sendiri memperingatkan kita agar waspada terhadap kekeringan atau kegersangan hati. Hal ini muncul bila orang beriman terlalu lama mengabaikan ayat-ayat Allah. Mereka sengaja membuat jarak dengan ayat-ayat Allah sehingga dengan berjalannya waktu hati menjadi tidak khusyu’ alias menjadi keras. Satu-satunya solusi ialah kembali menghidupkan ingatan dan perhatian terhadap ayat-ayat Allah. Hidupkan makna ayat-ayat tersebut di dalam kehidupan nyata.
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk(khusyu’) hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hadid ayat 16)
Ketiga, nafsu yang tidak pernah kenyang. Ini merupakan keburukan berikutnya. Apalagi kita sedang menjalani zaman paling kelam dalam sejarah Islam. Di zaman ini begitu banyak fitnah yang tersebar, sehingga tawaran untuk menuruti hawa-nafsu bermunculan di sekeliling kita. Hampir dalam semua situasi ada peluang untuk menuruti hawa-nafsu. Maka di zaman seperti ini sangat diperlukan pengendalian diri. Sangat diperlukan kemampuan untuk memuaskan nafsu dengan cara yang sesuai syariat dan proporsional. Islam tidak datang untuk membunuh nafsu. Islam datang untuk mengendalikan hawa-nafsu. Sehingga kebutuhan pemuasan nafsu bukan dimatikan melainkan diarahkan agar sesuai dengan aturan syariat Allah. Dan bila hal ini dilakukan maka bukan saja seseorang terbebas dari dosa bahkan ia dapat memperoleh pahala dari Allah atas pemenuhan hawa-nafsu yang sesuai syariat Allah.
“Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata:”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh seseorang kepada kebaikan adalah sedekah, melarangnya dari kemungkaran adalah sedekah dan bersetubuhnya seorang kamu dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya, apakah ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab: ”Tidakkah kamu tahu, apabila seseorang menyalurkan syahwatnya pada yang haram, dia berdosa? Demikian pula apabila disalurkannya kepada yang halal, dia mendapat pahala.” (HR Muslim 1674)
Keempat, doa yang tidak dikabulkan. Ini jelas merupakan suatu keburukan. Bayangkan, seorang muslim berdoa kepada Allah namun tidak dikabulkan. Jelas ini merupakan suatu musibah. Padahal Allah sendiri menjamin bahwa jika seseorang memohon sesuatu kepada Allah, pasti Allah akan kabulkan. Tentu ada syaratnya: pertama, memohon hanya kepada Allah, tidak kepada selainNya; kedua, penuhi segenap perintah Allah dan ketiga, beriman dengan sebenarnya kepada Allah SWT.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)
Wednesday, April 1, 2009
WASHI WASHI...

Menjawab 'tuduhan' mbak Diah kalau aku bikin boneka washi sendiri, baiklah, inilah saatnya klarifikasi yaa (sok euy, sok arteess, pake klarifikasi segala ;p)
Hm, itu gambar aku ambil dari internet, secara emang ciamik bangets sih... Keliatan emang kertasnya muahal, bukan kertas origami biasa yang beredar di pasaran (kalo ga salah, namanya kertas wafu). Nah, kenapa juga aku posting gambar itu? Karena pas hari Ahadnya, aku ikutan kursus singkat bikin boneka washi di Margo City, kok ya ndilalah peminatnya cuma aku doang en sukses juga maksa mbaknya untuk ngajarin aku, secara privat cuman mbayar 20 rebu lah opo rak murah tho? Hehe, ketauan tukang maksa nih...
Yang lucu, baru kali ini deh kayaknya emaknya kursus en anak-anak nonton. Gimana engga, anak-anakku yang heibat bin heiboh itu ngga abis-abisnya godain mamanya, ngumpetin ini-itu, coret-coret sisa kertas origaminya, halah baru tau rasa deh emaknya dikerjain, hihi...
Ternyata setelah selesai, aku baru inget pernah dihadiahi pas ultahku, 3 buah benda sama sahabat karibku yang dulu pernah ikut program AFS ke Jepang, yaitu boneka mini berujud perempuan cantik mengenakan kimono, uang logam Yen berlubang di tengahnya, dan origami burung bangau. Kata sohibku, semua barang itu punya perlambang, boneka melambangkan kecantikan, uang melambangkan kemakmuran, dan burung melambangkan kebahagiaan. Dan katanya pula, benda-benda itu diberikan teriring doa tulus semoga aku dianugerahi Allah kecantikan jiwa-raga, kebahagiaan, dan juga kekayaan, aamiin, subhanallah...
Hm, Jepang ternyata sarat nilai filosofi juga seperti masyarakat kita ya? Dan subhanallah, boneka itu taunya boneka washi dan... taunya juga, aku pernah coba bikin sendiri dan lumayan sukses lho (ngga jelek-jelek amat), untuk anakku dan adik bungsuku waktu dia akan menikah. Hehe, mereka-reka sendiri aja, alhamdulillah hasilnya so far ok :)
So mbak Diah, sebagai sesama pecinta kriya Jepang, coba aja mbak bikin sendiri atau ikut kursus di Bandung, harusnya sih ada khan? Kalu sama aku, udah muahal (huss, matre!), nti kebanyakan improvisasinya, haha...
Subscribe to:
Posts (Atom)